Kondisi Internal Real Madrid yang Tidak Stabil
Kondisi di dalam Real Madrid musim ini semakin memanas. Di tengah meningkatnya kritik terhadap Xabi Alonso, ternyata tidak semua pemain berada di pihak yang sama. Meski pelatih ini menghadapi kesulitan dalam mengelola ego pemain dan menjaga aura positif dari masa era Carlo Ancelotti, ia tetap memiliki pendukung di ruang ganti, termasuk beberapa nama penting yang berharap ia tetap bertahan.
Namun, kenyataannya cukup menyakitkan: pemecatan Xabi Alonso tampaknya hanya tinggal menunggu waktu. Laga melawan Manchester City diprediksi menjadi titik penentu nasibnya, dan Florentino Pérez disebut sudah menyiapkan daftar calon pengganti. Jika perubahan itu benar-benar terjadi, dampaknya bisa merambat ke masa depan sejumlah pemain bintang seperti Jude Bellingham, Fede Valverde, hingga Vinícius Júnior yang bahkan disebut tidak ingin memperpanjang kontrak jika Alonso tetap bertahan.
Gonzalo García Ingin Bertahan Bersama Xabi Alonso
Dari sisi lain, ada pemain yang justru ingin tetap bertahan karena Xabi Alonso, salah satunya adalah Gonzalo García. Menurut laporan El Nacional, penyerang muda tersebut memang melakukan debut di bawah Carlo Ancelotti, namun ia benar-benar mendapatkan kepercayaan dan peran penting setelah kedatangan Xabi. Gonzalo tampil impresif di Piala Dunia Antarklub, dan Alonso berani menjadikannya ancaman utama di lini depan.
Pemain nomor 16 itu membalas kepercayaan tersebut dengan gol dan performa solid yang membuatnya menolak banyak tawaran dari klub Spanyol hingga luar negeri. Meskipun menit bermainnya tidak selalu konsisten, ia merasa dihargai karena sering menjadi supersub yang diutamakan oleh sang pelatih.
Ancaman Kehadiran Manajer Baru
Namun, kehadiran manajer baru bisa mengubah segalanya. Rotasi bisa berubah, statusnya di tim bisa turun drastis, dan Endrick diprediksi akan menyalipnya dalam hierarki penyerang. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Gonzalo telah menyampaikan keputusannya kepada rekan setim: ia akan meninggalkan Real Madrid pada Januari jika pemecatan Alonso benar-benar terjadi.
Langkah ini diambil secara emosional, tapi bisa dimengerti mengingat peran dan kepercayaannya sangat terikat pada mantan pelatih Leverkusen itu. Di tengah ketidakpastian di atas lapangan, drama internal seperti ini hanya menambah beban klub. Jika Xabi pergi, tampaknya bukan hanya kursi pelatih yang berubah, tetapi juga komposisi skuad Los Blancos.






