Dorong Kesetaraan Akses Riset Melalui Kecerdasan Buatan

Berita117 Dilihat

Peran Teknologi dalam Mendorong Riset dan Inovasi Nasional

Ruchi Chauhan, Wakil Presiden & Kepala Pemasaran (ROW) Cactus Communications, menyampaikan bahwa timnya berkomitmen untuk mendorong pemerataan akses terhadap riset melalui integrasi inovasi kecerdasan buatan (AI) dengan prinsip-prinsip sains terbuka. Layanan Editage, yang merupakan bagian dari Cactus Communications (CACTUS), menjadi salah satu perwujudan komitmen ini. Dengan harapan teknologi dapat menjadi penggerak utama riset dan inovasi nasional, Ruchi menekankan bahwa AI menjadi alat yang sangat berguna khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.

“Di Indonesia, AI dapat menjadi teknologi yang dapat diandalkan ketika dipadukan dengan keahlian manusia, untuk membantu para peneliti menyampaikan gagasannya secara yakin, bertanggung jawab, dan berintegritas di tataran global,” ujar Ruchi dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 9 November 2025.

Editage hadir sebagai mitra industri di acara Global Research Council (GRC) 2025 Asia Pacific Meeting yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan National Research Foundation (NRF) Singapura. Acara ini berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 November 2025 di Jakarta, Indonesia. Selama acara tersebut, Editage menyoroti peran teknologi yang berpusat pada manusia dalam meningkatkan riset dan penulisan ilmiah, serta bagaimana menyelaraskan pengelolaan dana hibah dan mendukung reputasi jangka panjang institusi pendidikan tinggi dan lembaga pendanaan.

Pentingnya Peran Penyandang Dana

Ruchi menambahkan bahwa penyandang dana memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana penelitian dapat didukung dan diperluas jangkauannya. “Kami percaya bahwa jika dikembangkan dan diterapkan secara etis, AI dapat membantu para penyandang dana dan institusi membuat proses penelitian menjadi lebih transparan, inklusif, dan efisien,” lanjutnya.

Visi ini, menurut Ruchi, sejalan dengan tujuan Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi). Tujuannya adalah mengembangkan peta jalan AI nasional untuk memastikan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan etis di semua sektor.

Indonesia Sebagai Kekuatan Ekonomi Digital

Seiring posisi Indonesia yang semakin menonjol sebagai kekuatan utama ekonomi digital di Asia Tenggara, negara ini kini berada di garis depan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi ini didukung oleh populasi masyarakat yang sadar teknologi yang terus berkembang, infrastruktur yang semakin baik, serta investasi strategis antara sektor publik dan swasta.

Dengan semakin meluasnya peran teknologi, masa depan ilmu pengetahuan akan ditentukan oleh para peneliti, penerbit, dan pemangku kepentingan lain yang mampu memanfaatkan inovasi digital untuk meningkatkan kapasitas riset ilmiah mereka. Ruchi dan tim pun berusaha untuk menjembatani dan mendukung aspirasi nasional menuju penelitian berkualitas tinggi.

Tantangan dalam Menghasilkan Penelitian Berkualitas Internasional

Namun, menghasilkan penelitian yang bereputasi internasional tetap menjadi proses panjang dan menantang bagi banyak peneliti yang menghadapi keterbatasan pendanaan serta akses terhadap teknologi, alat riset komprehensif, dan jejaring akademik global. Tanpa sumber daya yang memadai, para peneliti mungkin kesulitan melakukan penelitian mendalam, sehingga hasilnya kurang berdampak.

Selain itu, keterampilan bahasa dan akademik, terutama kemampuan menggunakan Bahasa Inggris ilmiah dan menyampaikan ide kompleks dengan jelas, dapat memengaruhi kualitas hasil penelitian yang ditujukan untuk jurnal internasional. Melalui acara ini, GRC berupaya untuk mendorong keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dalam ekosistem penelitian global.

Fitur Layanan Editage yang Mendukung Peneliti

Layanan Editage dirancang untuk memberdayakan peneliti, universitas, dan institusi di seluruh Indonesia dalam meningkatkan dampak publikasi ilmiah mereka secara global. Fitur-fitur layanan ini mencakup rekomendasi jurnal, manuscript review, penerjemahan dan peninjauan bahasa, peninjauan gambar, saran struktural, penerjemahan ke standar global, pemeriksaan plagiarisme, hingga bantuan publikasi di jurnal internasional yang relevan.

Siddharth Bhatia, Chief Growth Officer, Institutional Sales (West), Cactus Communications, menegaskan bahwa melalui rangkaian layanan berbasis teknologi AI dan keahlian manusia, timnya akan memberdayakan para akademisi dalam menghasilkan penelitian berkualitas tinggi dan berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Partisipasi dalam GRC 2025 Asia Pacific Meeting mencerminkan komitmen ini, dengan mempertemukan para pemangku kepentingan seperti penyandang dana, institusi, dan peneliti dari berbagai negara untuk membangun kolaborasi global yang berkelanjutan dan bermakna.

Harapan untuk Masa Depan Riset Nasional

Ruchi menambahkan bahwa penelitian dan publikasi ilmiah bereputasi internasional berperan penting dalam memposisikan Indonesia sebagai salah satu pusat riset terkemuka di dunia. “Karena itu, kita harus terus meningkatkan kualitas dan pertumbuhan publikasi ilmiah nasional,” katanya.

Selama lebih dari dua dekade, Editage mengklaim telah mendukung lebih dari 35 ribu jurnal dan proyek penelitian, serta membantu lebih dari 5 juta peneliti di seluruh dunia. Di Indonesia, Editage telah bermitra dengan 24 universitas negeri. Harapannya layanan ini bisa memberdayakan para ilmuwan di berbagai institusi agar mampu menghasilkan publikasi akademik yang diakui secara global.

“Kami yakin Editage dapat berperan signifikan dalam menjawab tantangan nasional, mendukung ekosistem riset yang tangguh, dan menghadapi isu-isu strategis masa depan,” kata Ruchi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *