Deteksi Kanker Payudara Cepat dan Akurat dengan AI

Berita182 Dilihat

Teknologi AI dalam Deteksi Kanker Payudara

Dalam rangka meningkatkan akurasi dan kecepatan diagnosis kanker, AstraZeneca dan Siloam International Hospitals melakukan kolaborasi untuk memperkenalkan teknologi artificial intelligence (AI) dalam bidang komputasional patologi anatomi. Teknologi ini mampu menganalisis citra jaringan secara digital dengan bantuan AI, sehingga memberikan hasil yang lebih akurat, cepat, dan konsisten.

Deteksi Kanker dengan Kecepatan Tinggi

Pada tahap awal, layanan laboratorium berbasis AI ini dapat diakses di Siloam International Hospitals Lippo Village dan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Inisiatif ini menjadi kolaborasi pertama di Indonesia yang memanfaatkan AI dalam mendeteksi tipe kanker payudara, termasuk subkategori HER2-low dan HER2-ultralow. Dengan adanya teknologi ini, proses deteksi kanker menjadi lebih efisien dan akurat.

“Transformasi digital bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan kebutuhan nyata dalam layanan kesehatan modern. Melalui penerapan teknologi seperti computational pathology, kami berkomitmen memastikan setiap keputusan klinis didukung oleh data yang akurat dan analisis yang komprehensif,” ujar dr. Grace Frelita, Chief Medical Officer Siloam Hospitals Group.

Adopsi Teknologi Computational Pathology

HER2-ultralow merupakan subkategori kanker payudara baru dengan tingkat ekspresi HER2 yang sangat rendah. Sebelumnya, kondisi ini sering kali sulit teridentifikasi secara manual dan kerap diinterpretasikan sebagai HER2-negatif. Namun, dengan teknologi komputasional patologi anatomi berbasis AI, proses analisis jaringan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Tenaga medis dapat menganalisis citra jaringan dengan presisi tinggi, mengurangi variasi interpretasi antar pengamat, serta mempercepat proses diagnostik. Kehadiran klasifikasi baru ini membuka babak baru dalam precision medicine atau pengobatan presisi, yang mana dapat membantu dokter menentukan terapi yang lebih tepat dan sesuai dengan profil biologis pasien.

Layanan Kesehatan yang Lebih Cerdas dan Inklusif

Melalui kemitraan ini, AstraZeneca dan Siloam International Hospitals berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi digital tenaga medis dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Hasil patologi anatomi menjadi terintegrasi dan dapat diakses secara real-time di seluruh jaringan rumah sakit Siloam di Indonesia.

Teknologi ini dapat memangkas waktu interpretasi patologi anatomi, pengiriman hasil, dan mempercepat pengambilan keputusan klinis serta membantu dokter menentukan pengobatan yang paling tepat bagi pasien.

Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia menjelaskan, dengan menghadirkan teknologi komputasional patologi berbasis AI, mereka berkomitmen mempercepat adopsi inovasi yang mampu mengubah cara diagnosis dan pengobatan dilakukan, demi masa depan layanan kesehatan yang lebih cerdas dan inklusif.

“Pemanfaatan AI dalam computational pathology kini memungkinkan deteksi ekspresi HER2-ultralow dengan presisi lebih tinggi—sebuah terobosan yang menandai perubahan paradigma dalam pengobatan kanker payudara yang akan semakin personal dengan hadirnya terapi target bagi pasien HER2-ultralow,” jelasnya.

Komitmen ini sejalan dengan agenda transformasi kesehatan nasional yang digagas Kementerian Kesehatan RI. Melalui teknologi digital, pemerintah mendorong perluasan akses, peningkatan mutu dan efisiensi layanan, serta penerapan pengobatan berbasis data dan bukti ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *