Berapa Kenaikan Berat Badan Ideal Saat Hamil?

Berita122 Dilihat

Perubahan Berat Badan Selama Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan, salah satunya adalah kenaikan berat badan. Kenaikan ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ibu dan bayi. Namun, penting untuk mengetahui seberapa banyak penambahan berat badan yang ideal agar tetap sehat dan tidak menyebabkan risiko selama kehamilan.

Memahami kenaikan berat badan yang tepat dapat membantu mencegah berbagai komplikasi baik bagi ibu maupun bayi. Lalu, berapa sebenarnya kenaikan berat badan yang ideal saat hamil? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa Perempuan Mengalami Kenaikan Berat Badan Saat Hamil?

Peningkatan berat badan selama kehamilan tidak hanya disebabkan oleh pertumbuhan bayi, tetapi juga karena tubuh mengembangkan jaringan ekstra dan menahan lebih banyak cairan. Hal ini diperlukan untuk:

  • Cairan ketuban
  • Kebutuhan darah bayi
  • Plasenta

Jika ibu mengandung lebih dari satu bayi, maka penambahan berat badan akan lebih besar. Selain itu, nafsu makan juga bisa meningkat selama kehamilan, yang memengaruhi kenaikan berat badan.

Berapa Kenaikan Berat Badan Ideal Saat Hamil?

Target penambahan berat badan ditentukan oleh beberapa faktor seperti berat badan dan tinggi badan sebelum hamil, serta apakah ibu hamil anak kembar atau tidak. Secara umum, berikut adalah kenaikan berat badan ideal selama kehamilan:

  • Indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 18,5: target kenaikan berat badan 12,7 hingga 18,1 kg.
  • IMT 18,5 hingga 24,9: target kenaikan berat badan 11,3 hingga 15,9 kg.
  • IMT 25 hingga 29,9: target kenaikan berat badan 6,8 hingga 11,3 kg.
  • IMT 30 atau lebih: target kenaikan berat badan 5 hingga 9,1 kg.

Potensi Masalah Jika Berat Badan Bertambah Terlalu Banyak



Meskipun penting untuk menambah berat badan selama kehamilan, tetapi kenaikan ini tidak boleh berlebihan. Karenanya, kenaikan berat badan akan terus dipantau oleh petugas kesehatan. Jika berat badan bertambah terlalu banyak, maka risiko komplikasi kehamilan meningkat, seperti:

  • Diabetes gestasional
  • Hipertensi
  • Preeklamsia
  • Kebutuhan operasi caesar
  • Kematian janin

Bayi yang lahir dari ibu dengan kenaikan berat badan berlebih juga lebih mungkin untuk:

  • Lahir prematur dan memerlukan perawatan intensif
  • Mengalami penyakit jantung, masalah berat badan, dan diabetes

Apa yang Terjadi Jika Penambahan Berat Badan Tidak Cukup?

Penambahan berat badan di bawah angka yang direkomendasikan dapat membuat ibu dan bayi lebih berisiko mengalami berbagai komplikasi. Bayi yang lahir dari ibu dengan penambahan berat badan terlalu sedikit lebih mungkin untuk:

  • Lahir prematur
  • Berbadan kecil untuk usia kehamilannya
  • Tidak tumbuh seperti yang diharapkan

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) juga mungkin kehilangan tonggak perkembangan dan mengalami kesulitan menyusui. Mereka juga lebih rentan terhadap penyakit tertentu dan kondisi lain seperti masalah pencernaan dan sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS).

Berapa Banyak Makanan Tambahan yang Harus Dikonsumsi Ibu Hamil?

Pada trimester pertama, perempuan hamil biasanya tidak memerlukan terlalu banyak kalori ekstra. Namun, pada trimester kedua dan ketiga, kebutuhan kalori tambahan akan lebih besar. Untuk membantu menambah berat badan, ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi yang mencakup lima kelompok makanan berikut:

  • Buah
  • Sayur
  • Roti dan sereal gandum utuh
  • Kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan ikan
  • Produk susu

Selain itu, pastikan kamu meningkatkan asupan mineral berikut melalui makanan atau suplemen tambahan:

  • Asam folat
  • Zat besi
  • Kalsium
  • Yodium

Sekarang, kamu sudah memiliki gambaran seputar berapa penambahan berat badan yang ideal selama hamil. Namun, penting untuk menghindari makanan cepat saji dan minuman manis. Makanan ini sering kali tidak menyediakan banyak nutrisi untukmu dan bayi. Jika kamu memiliki kondisi khusus atau tidak yakin seberapa banyak kamu harus menambah berat badan, selalu konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *