Penyebab Tubuh Jadi Lemas Setelah Minum Matcha
Matcha sering dianggap sebagai minuman yang bisa membantu menjaga fokus, ketenangan, dan suasana hati yang baik. Namun, bagi sebagian orang, mengonsumsi matcha justru membuat tubuh terasa lemas. Perbedaan respons ini bisa membingungkan banyak orang. Untuk mengetahui alasan di balik efek tersebut, berikut beberapa faktor yang mungkin memengaruhi.
1. Kandungan L-Theanine yang Tinggi
Matcha memiliki kandungan L-theanine yang cukup tinggi, senyawa yang dikenal memberikan efek relaksasi. Penelitian menunjukkan bahwa L-theanine dapat meningkatkan gelombang alfa pada otak, yang berkaitan dengan ketenangan dan pengaturan aktivitas mental. Efek relaksasi ini bisa terasa seperti penurunan energi atau rasa kantuk. Bagi orang yang biasa mengonsumsi kafein dalam bentuk kopi, perubahan dari stimulasi kuat ke ketenangan bisa dianggap sebagai rasa lemas. Hal ini disebabkan oleh sensitivitas sistem saraf yang berbeda-beda pada setiap individu.
2. Batas Toleransi Kafein Berbeda-Beda

Setiap orang memiliki toleransi kafein yang berbeda. Faktor genetik dan kebiasaan konsumsi kafein harian memengaruhi cara tubuh memetabolisme kafein. Gen seperti CYP1A2 dan ADORA2A berperan dalam mengatur kecepatan metabolisme kafein dan respons tubuh terhadap stimulasi. Orang dengan metabolisme lambat cenderung merasakan efek kafein lebih lama, sehingga bisa mengganggu tidur dan menyebabkan kelelahan. Sementara itu, orang yang sangat sensitif terhadap kafein mungkin mengalami lonjakan energi cepat yang kemudian menurun, menyebabkan tubuh terasa drop.
3. Mengonsumsi Matcha Saat Perut Kosong

Konsumsi matcha saat perut kosong bisa memicu rasa lemas. Minuman berkafein tanpa makanan bisa meningkatkan sekresi asam lambung, terutama bagi orang dengan riwayat GERD. Hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan di perut, pusing, atau penurunan energi. Selain itu, minum matcha tanpa makanan sebelumnya juga bisa menyebabkan fluktuasi gula darah yang mendadak, mirip dengan efek setelah minum kopi dalam kondisi perut kosong. Efek ini lebih terasa jika mengonsumsi matcha dalam porsi besar.
4. Kualitas Bubuk Matcha yang Rendah

Bubuk matcha yang berkualitas rendah bisa mengandung kontaminan seperti residu pestisida, logam berat, atau jamur. Produk murah atau tidak terstandarisasi sering kali mengandung bahan-bahan yang tidak aman. Konsumsi berulang bisa menyebabkan gejala seperti lemah, pusing, atau gangguan pencernaan. Oleh karena itu, memilih matcha yang berkualitas tinggi, organik, dan berasal dari produsen tepercaya sangat penting untuk menghindari efek samping.
Kesimpulan
Mengonsumsi matcha yang membuat tubuh lemas tidak selalu berarti ada masalah serius. Respons tubuh bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas matcha, kondisi tubuh, dan cara serta waktu mengonsumsinya. Memahami hal-hal ini dapat membantu kamu merasakan manfaat matcha secara optimal.











