Beban Kesehatan Gigi Masih Tinggi di Indonesia

Berita82 Dilihat

Masalah Kesehatan Gigi di Indonesia dan Upaya Pemerintah untuk Perbaikan

Masalah kesehatan gigi masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia. Gigi yang sehat tidak hanya berdampak pada kesehatan secara umum, tetapi juga memengaruhi gizi, produktivitas, dan perkembangan anak-anak di masa depan. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan gigi sejak dini membuat masalah ini terus berlanjut.

Kementerian Kesehatan berupaya keras dalam melakukan transformasi layanan kesehatan gigi agar lebih mudah diakses oleh masyarakat. Salah satu inisiatif utama adalah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang mencakup pemeriksaan kesehatan gratis. Komponen kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian penting dari layanan tersebut. Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia, menyampaikan hal ini saat berbicara di Jakarta pada 14 November 2025.

Hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa sekitar 57 persen penduduk mengalami masalah gigi dalam setahun terakhir. Angka ini menegaskan betapa besar beban kesehatan gigi di Indonesia dan pentingnya edukasi serta layanan preventif yang lebih baik.

Lucia juga menyoroti kekurangan tenaga medis, termasuk kebutuhan sekitar 2.775 dokter gigi di tingkat puskesmas. Kekurangan ini berdampak langsung pada kualitas dan pemerataan layanan kesehatan gigi serta mulut dan edukasi preventif. “Sayangnya juga dari data layanan kesehatan primer, masih terdapat 40 persen puskesmas yang tidak memiliki 9 tenaga kesehatan lengkap, salah satu terbesarnya adalah kebutuhan dokter gigi, kita masih kurang 2.775 dokter gigi di puskesmas,” katanya.



Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC)/ Tempo-Aprilian Rodo Rizky

Selain itu, pemerintah memastikan ketersediaan dan distribusi perbekalan kesehatan, termasuk instrumen dan bahan habis pakai, hingga ke daerah terpencil. Langkah ini bertujuan agar masyarakat di seluruh Indonesia bisa mengakses layanan kesehatan gigi secara optimal.

Lucia menambahkan bahwa dalam periode 2022 hingga 2024, melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp 700 miliar untuk pengadaan alat kesehatan gigi. “Dalam transaksi alat kesehatan gigi di tahun 2022 sampai 2024 cukup tinggi, di LKPP yang kita dapatkan memang belanja pemerintah, sekitar Rp 700 milyar perbelanjaan untuk alat kesehatan gigi,” kata Lucia.

Melalui kebijakan dan transformasi sistem kesehatan di Indonesia, Kementerian Kesehatan mendorong tumbuhnya ekosistem kelengkapan dari layanan kesehatan gigi, mulai dari produksi alat kesehatan yang berkualitas, penyediaan layanan-layanan kesehatan yang berkualitas sehingga masyarakat kita memperoleh akses terhadap layanan kesehatan gigi dengan mudah dan terjangkau.”

Forum Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) menghadirkan 250 perusahaan dari 11 negara, termasuk China, Italia, dan Korea. Sekitar separuh peserta merupakan perusahaan internasional, menandakan tingginya minat global terhadap pasar kesehatan gigi Indonesia.

Produk yang ditampilkan meliputi peralatan klinis digital, sistem pencitraan berbasis kecerdasan buatan, dan perangkat perawatan berstandar internasional. Melalui rangkaian pameran teknologi, forum ilmiah, dan kolaborasi industri, IDEC 2025 diharapkan dapat memperkuat ketahanan layanan kesehatan gigi nasional serta mendorong peningkatan kualitas praktik, riset, dan inovasi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *