Bahaya Menelan Duri Ikan, Bukan Hanya Tersedak

Berita66 Dilihat

Ikan yang Lezat Tapi Bisa Menyebabkan Bahaya

Dalam banyak rumah, hidangan ikan sering mewarnai meja makan. Namun, di balik kandungan gizi ikan, ada satu risiko kecil yang sering terabaikan, yaitu durinya bisa tertelan. Untuk sebagian orang, kejadian sepele ini berakhir di ruang gawat darurat.

Laporan medis mencatat bahwa duri ikan adalah salah satu benda asing yang paling sering membuat orang datang ke IGD, terutama di negara Asia yang konsumsi ikannya tinggi. Bahkan di China, klinik khusus untuk mengeluarkan duri ikan bermunculan karena tingginya kasus.

Duri-duri kecil ini, kadang nyaris tak terlihat, bisa menembus makanan yang sudah bersih sekalipun. Ikan cod dapat memiliki sekitar 17 duri halus, salmon sekitar 30, sementara beberapa jenis ikan lain bisa memiliki lebih dari 100. Ikan tertentu, seperti flounder dan belut, ukuran dan jumlah durinya membuat risiko tersedak maupun luka lebih besar.

Saat Duri Ikan Masuk ke Tenggorokan

Ketika tertelan, duri paling sering tersangkut di tonsil, bagian belakang mulut (faring), lekukan kecil bernama piriform sinus, atau di esofagus. Gejala biasanya muncul cepat, seperti rasa nyeri, sensasi ada yang tersangkut, batuk, atau sulit menelan. Sebagian orang bahkan sampai muntah darah.

Namun, duri tidak selalu menimbulkan tanda. Ada kasus seorang perempuan 69 tahun di Jepang yang datang ke rumah sakit dengan keluhan leher bengkak, dan dokter menemukan duri ikan sepanjang 32 mm yang sudah “tinggal” di tenggorokannya selama sembilan bulan!

Kasus serupa juga tercatat dalam jurnal medis:
– Pasien di Malaysia mengalami duri ikan yang bermigrasi ke otot sternokleidomastoid di leher, menyebabkan abses luas.
– Di India, duri ikan menusuk dinding esofagus dan menimbulkan abses leher bagian dalam yang mengancam jalan napas.
– Beberapa kasus lain menunjukkan duri ikan dapat menembus esofagus dan masuk ke rongga dada (mediastinum), memicu infeksi berat hingga risiko sepsis.

Kenapa Duri Ikan Bisa Berbahaya?



Umumnya menelan duri ikan tidak menimbulkan masalah. Namun, masalah terjadi ketika duri yang tajam menembus dinding esofagus lalu berkeliaran di jaringan leher. Area ini penuh struktur penting, seperti saraf, otot, kelenjar tiroid, dan pembuluh darah besar seperti arteri karotis yang memasok darah ke otak. Jika duri bergerak mendekati pembuluh ini, risikonya bisa sangat serius.

Duri juga dapat memicu peradangan, infeksi, hingga abses. Dalam beberapa kasus ekstrem, duri menembus kulit dari dalam atau masuk ke area dekat jantung. Bila mencapai tulang belakang atau medula spinalis, infeksi bisa menyebabkan kelumpuhan.

Inilah sebabnya mengapa duri ikan yang bermigrasi di luar saluran pencernaan dianggap kondisi darurat bedah.

Yang Harus Dilakukan Jika Tak Sengaja Menelan Duri Ikan

Tidak ada yang mau menelan duri ikan, tetapi kenyataannya hal ini bisa terjadi. Duri ikan kecil dan tajam sering lolos saat kamu makan, jadi wajar kalau orang yang mengalaminya langsung panik.

Beberapa langkah bisa dicoba, tetapi harus hati-hati:
* Batuk kuat (jika memungkinkan dan aman dilakukan). Ini efektif jika duri tersangkut dekat saluran napas. Namun, ada risiko duri terdorong lebih dalam menuju esofagus.
* Hindari makan pisang atau roti. Tidak ada bukti medis metode ini membantu. Justru bisa memperparah dengan mendorong duri makin masuk ke jaringan.
* Segera cari pertolongan medis jika gejala menetap. Tes seperti endoskopi biasanya diperlukan untuk memastikan lokasi duri. Dokter dapat mengeluarkannya dengan alat khusus.
* Jika tidak bisa bernapas dan berbicara. Ini kondisi darurat. Pertolongan pertama seperti abdominal thrusts mungkin dibutuhkan, tetapi tetap harus menghubungi layanan gawat darurat.

Kalau kamu merasa baik-baik saja setelah menelan duri ikan, biasanya tidak perlu ke dokter. Apabila duri tersebut tidak sempat melukai tenggorokan, tubuh akan mengeluarkannya lewat proses pencernaan alami.

Kadang muncul rasa nyeri di tenggorokan, artinya mungkin ada goresan kecil. Sensasi ini sering bikin kamu merasa seolah ada sesuatu yang tersangkut, padahal sebenarnya tidak ada. Biasanya dalam beberapa hari rasa sakit itu hilang sendiri begitu luka kecilnya sembuh.

Goresan ringan nggak perlu ditangani dokter. Kamu baru perlu periksa kalau goresan itu terinfeksi. Dalam kasus yang sangat jarang, duri bisa menggores uvula (bagian kecil yang menggantung di belakang tenggorokan), bikin merah dan bengkak. Kalau ini terjadi, dokter biasanya kasih antibiotik.

Kalau saat makan kamu merasa ada sesuatu yang benar-benar nyangkut lebih dalam di kerongkongan, muncul rasa penuh di pangkal leher, dan makanan atau minuman nggak bisa masuk, itu tanda duri ikan mungkin tersangkut di esofagus. Kondisi ini serius karena makanan bisa menumpuk di belakang duri. Kalau begini, segera ke IGD untuk penanganan darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *