Bahaya Jantung dari Penggunaan Melatonin Jangka Panjang

Berita162 Dilihat

Penggunaan Jangka Panjang Melatonin dan Risiko Kesehatan Jantung

Suplementasi melatonin sering dianggap sebagai solusi alami bagi orang-orang yang kesulitan tidur. Hormon yang diproduksi secara alami oleh kelenjar pineal ini berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan bangun tubuh. Di banyak negara, versi sintetisnya dijual bebas sebagai suplemen untuk mengatasi insomnia atau jet lag. Namun, sebuah studi terbaru mengingatkan bahwa penggunaan melatonin dalam jangka panjang mungkin tidak seaman yang selama ini diyakini.

Penelitian yang akan dipresentasikan dalam American Heart Association Scientific Sessions 2025 menemukan bahwa penggunaan melatonin selama lebih dari satu tahun berkaitan dengan peningkatan risiko gagal jantung, rawat inap akibat gagal jantung, serta kematian akibat berbagai penyebab pada orang dengan insomnia kronis.

Para peneliti menggunakan basis data internasional TriNetX Global Research Network yang mencakup lebih dari 130 ribu orang dewasa dengan insomnia, berusia rata-rata 55 tahun, dan sekitar 61 persen di antaranya perempuan.

Temuan Studi dan Implikasi Medis

Temuan studi cukup mengkhawatirkan. Mereka yang menggunakan melatonin jangka panjang memiliki kemungkinan hampir 90 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakannya. Risiko rawat inap akibat gagal jantung bahkan meningkat 3,5 kali lipat, dan risiko kematian dari semua penyebab naik hampir dua kali lipat dalam periode lima tahun pemantauan.

Meski melatonin dikenal sebagai obat tidur alami, tetapi para ahli menegaskan bahwa data tentang keamanan jangka panjangnya terhadap kesehatan jantung masih sangat terbatas. Dr. Ekenedilichukwu Nnadi, penulis utama studi ini, mengatakan, “Melatonin mungkin tidak seharmless yang selama ini diasumsikan.” Ia menambahkan bahwa temuan ini bisa mengubah cara dokter memberikan edukasi tentang penggunaan obat tidur.

Pakar lain, Dr. Marie-Pierre St-Onge dari Universitas Columbia, mengingatkan bahwa melatonin seharusnya tidak digunakan dalam jangka panjang tanpa indikasi medis yang jelas. Juga, perlu diingat bahwa suplemen tidak diatur ketat seperti obat resep, sehingga kandungan dan dosisnya bisa sangat bervariasi antar merek.

Perlu Penelitian Lebih Lanjut

Meski begitu, para peneliti juga menekankan bahwa hasil studi ini masih bersifat awal dan belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Faktor lain seperti tingkat keparahan insomnia, depresi, atau penggunaan obat tidur lain bisa berpengaruh terhadap hasil. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah melatonin benar-benar berperan dalam meningkatkan risiko gangguan jantung.

Namun, satu hal yang pasti, bahwa tidak semua yang “alami” aman bila digunakan dalam waktu lama atau tanpa batas waktu. Melatonin bisa membantu tidur lebih nyenyak, tetapi penggunaannya sebaiknya dilakukan dengan pengawasan medis dan dalam jangka waktu yang sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Studi ini menjadi peringatan penting bagi pengguna suplemen melatonin. Meskipun efektif untuk mengatasi masalah tidur, penggunaan jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan jantung. Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan suplemen alami, penting untuk meningkatkan kesadaran akan risiko yang mungkin terjadi. Dalam dunia kesehatan, keamanan dan efektivitas harus selalu menjadi prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *