Pengakuan Victoria Beckham tentang Gangguan Makan
Victoria Beckham, yang dikenal sebagai pebisnis fashion, mengungkapkan kisah pedihnya dalam serial dokumenter Netflix yang dirilis pada 8 Oktober 2025. Dalam serial tersebut, ia menceritakan pengalaman pribadinya dengan gangguan makan yang dialaminya selama bertahun-tahun, bahkan menyembunyikannya dari suami dan orang tua.
Dalam episode tertentu, Victoria menggambarkan bagaimana ia ditimbang saat berada di stasiun televisi. Saat itu, ia baru saja melahirkan anak ketiganya, Brooklyn. Komentar-komentar tentang berat badannya setelah melahirkan membuatnya merasa tidak percaya diri dan mulai meragukan diri sendiri.
“Saya mulai meragukan diri sendiri dan tidak menyukai diri sendiri karena saya membiarkannya memengaruhi saya. Saya tidak tahu apa yang saya lihat ketika bercermin. Saya kehilangan semua rasa realitas,” ujar Victoria.
Selama kariernya yang panjang, ia sering dikaitkan dengan kontrol ketat terhadap makanan, berat badan, dan citra diri. Namun, banyak orang tidak tahu bahwa ia juga sedang berjuang dengan konflik internal dan kritik diri yang berlebihan.
Awal Masalah Berat Badan
Dalam wawancara, kedua orang tua Victoria mengungkapkan bahwa masalahnya dengan berat badan dimulai saat ia masih di sekolah teater. Ia pernah disebut gemuk dan didorong ke belakang panggung. Akibatnya, Victoria meminta pulang kepada orang tuanya.
Di era Spice Girls, ia juga sering diminta untuk menurunkan berat badannya oleh manajemen. Menurut laporan News.com.au, ia sempat makan sereal berlebihan hingga sakit.
Perjalanan Pencarian Identitas
Dalam sebuah episode berjudul Kill The Wag, Victoria menceritakan bagaimana ia kehilangan identitasnya saat mencoba menemukan kembali jati dirinya sebagai seorang perancang busana. Pada masa itu, karier sepak bola David Beckham sedang bersinar, dan ia terjebak dalam era Wag yang penuh dengan operasi payudara, ekstensi rambut, tanning palsu, dan pakaian minimalis.
Pola Makan yang Terbatas
Beberapa laporan menunjukkan bahwa Victoria telah lama makan hal yang sama setiap hari, yaitu ikan panggang dan sayuran kukus dengan sedikit saus atau produk susu. Ia menggambarkan cara makannya ini sebagai bentuk disiplin. Namun, menurut Times of India, para ahli nutrisi memperingatkan bahwa selalu makan menu yang sama dapat menjadi tanda gangguan makan, risiko kekurangan nutrisi, dan mencerminkan masalah kesehatan mental yang lebih dalam.
Pengakuan dalam Memoar
Sebelumnya, Victoria pernah mengisyaratkan perjuangannya dalam memoarnya yang terbit tahun 2001, Learning to Fly. Di sana, ia mengungkapkan tekanan untuk menurunkan berat badan selama era Spice Girls. Namun, serial dokumenter terbaru ini merupakan deskripsi paling terbuka hingga saat ini tentang seberapa dalam gangguan makan itu memengaruhi kesehatan mental dan fisiknya.
Penjelasan Tentang Gangguan Makan
Victoria tidak merinci jenis gangguan makan yang dialaminya, apakah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, atau jenis lainnya. Namun, deskripsinya tentang obsesi berat badan, kerahasiaan, penyangkalan, kontrol, dan citra tubuh, selaras dengan pola yang terlihat secara klinis pada gangguan makan.
Menurut laman Mayo Clinic, gangguan makan adalah kondisi kesehatan serius yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Kondisi ini mencakup masalah dalam cara seseorang berpikir tentang makanan, pola makan, berat badan, dan bentuk tubuh, serta perilaku makan. Gejala-gejala ini dapat memengaruhi kesehatan, emosi, dan kemampuan orang untuk berfungsi dalam aspek-aspek penting kehidupan.
Dampak Negatif Gangguan Makan
Sebagian besar gangguan makan melibatkan terlalu banyak fokus pada berat badan, bentuk tubuh, dan makanan. Hal ini dapat menyebabkan perilaku makan yang berbahaya. Perilaku ini dapat sangat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Gangguan makan dapat membahayakan jantung, sistem pencernaan, tulang, gigi, dan mulut. Gangguan ini juga dapat menyebabkan penyakit lain. Gangguan makan juga terkait dengan depresi, kecemasan, menyakiti diri sendiri, serta pikiran dan perilaku bunuh diri. Jika tidak ditangani secara efektif, gangguan makan dapat menjadi masalah jangka panjang bahkan dalam beberapa kasus memicu kematian.






