AR, Pengemudi Pajero dengan Plat Polri Palsu, Bunyikan “Tot Tot Wuk Wuk”, Minta Maaf Usai Ditangkap

Berita289 Dilihat

Pengemudi Pajero dengan Pelat Nomor Polri Palsu Diangkut ke Kantor Polisi

AR (37) adalah seorang warga asal Kota Tasikmalaya yang lahir pada 19 September 1988. Ia bukanlah anggota polisi, melainkan seorang pengemudi lepas dengan status wiraswasta. Baru-baru ini, AR menyampaikan permintaan maaf di depan publik setelah menggunakan pelat nomor polisi palsu dan menyalakan rotator dengan bunyi ciri khas “Tot Tot Wuk Wuk” saat kemacetan di Bandung.

Pihak kepolisian telah mengamankan AR, pengemudi mobil Pajero tersebut. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, menjelaskan bahwa AR merupakan warga asli Kota Tasikmalaya. Ia bekerja sebagai pengemudi lepas atau driver dengan status wiraswasta. Saat ini, AR telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya yang meresahkan masyarakat Jawa Barat.

“Saya AR meminta maaf kepada institusi Polri karena telah menggunakan nomor polisi yang palsu dan tidak untuk peruntukannya,” ujarnya sambil memegang pelat nomor polisi palsu. Ia juga mengakui bahwa dirinya bukanlah anggota dari Polri. Selain itu, ia memohon maaf kepada warga Jawa Barat yang merasa diresahkan oleh kelakuannya.

Mobil Pajero yang digunakan oleh AR ternyata bukan miliknya. Menurut AKBP Moh Faruk Rozi, AR mencetak pelat nomor palsu secara acak. Meskipun kejadian terjadi di Bandung, AR diketahui merupakan warga Tasikmalaya. Pihak kepolisian sedang mencari keberadaan pemilik mobil Pajero tersebut.

“Untuk mobil bukan punya dia tapi punya orang sipil juga inisial I, lagi kita cari orangnya. Meskipun kelengkapan surat ada, tapi kita dalam kasus dulu,” ungkapnya. Faruk menambahkan bahwa pihaknya telah memerintahkan AR untuk mencopot pelat nomor palsu dan strobo sirine.

“Kami sudah perintahkan dicopot. Bukan anggota Polri. Tapi masyarakat sipil, kemudian untuk plat nomornya dan strobo sirine sudah kami perintahkan dicopot,” kata Faruk. AR juga membuat video permintaan maaf ke masyarakat serta institusi Polri, karena telah menggunakan plat nomor yang tidak pada peruntukannya.

Alasan AR menggunakan pelat nomor palsu masih dalam penyelidikan. Menurut Faruk, AR beralasan bahwa plat tersebut didapat secara random dan langsung dipasang. Namun, ia belum terbuka secara jelas mengenai alasan sebenarnya.

Penanganan Lebih Lanjut oleh Pihak Berwenang

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan tindakan berupa sanksi tilang kepada pengemudi Pajero. “Iya, sudah ditilang. Kami juga meminta plat nomor dan strobo dilepas,” katanya.

Sebelumnya, Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri memberikan klarifikasi bahwa pelat nomor tersebut ternyata palsu. Klarifikasi mengenai permasalahan ini diunggah akun resmi X Divpropam Polri @Divpropam pada Sabtu (18/10/2025). Dalam pernyataannya, Divpropam menyebutkan bahwa pelat yang digunakan adalah palsu dan tidak terdaftar di database Polri.

Kini, kendaraan beserta pengemudinya dilaporkan telah diamankan untuk diproses lebih lanjut. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan mencegah penyalahgunaan atribut kepolisian di jalan. “Langkah ini dilakukan guna menjaga kenyamanan pengguna jalan dan mencegah penyalahgunaan atribut kepolisian,” tulis akun tersebut.

Viralnya Video Pengemudi Pajero

Video yang menampilkan AR menggunakan pelat nomor polisi palsu dan menyalakan rotator viral pertama kali diunggah oleh akun Instagram @jkt.feed pada Jumat (17/10/2025) sore. Dalam rekaman tersebut, terlihat mobil Pajero melintas di tengah kemacetan sambil menyalakan rotator. Pengemudi kemudian membuka kaca mobil dan menegur perekam video, sementara di kursi penumpang tampak seorang perempuan.

“Diviralin ya? Diviralin, enggak usah kayak gitu,” ujar pengemudi. Dalam kolom komentar unggahan itu, beberapa warganet terlihat menandai akun Instagram @poldametrojaya. Menanggapi video tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan pihaknya akan memeriksa video, termasuk memastikan lokasi kejadian. Namun belakangan diketahui, peristiwa itu terjadi di Flyover Pasupati, Bandung, Jawa Barat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *