Apa Itu Pneumonia?
Pneumonia adalah infeksi yang menyerang jaringan paru-paru, termasuk dalam kelompok infeksi saluran pernapasan bagian bawah. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur. Saat seseorang terkena pneumonia, infeksi dapat muncul di satu paru-paru atau keduanya. Kadang hanya mengenai satu bagian tertentu, kadang menyebar ke seluruh paru. Ada pula kasus infeksi bermula di satu titik kecil, lalu perlahan meluas hingga menjangkau seluruh paru atau bahkan menyeberang ke paru sebelahnya.
Setiap perjalanan pneumonia berbeda. Ada yang cuma mengalami gejala ringan, sementara yang lain harus berjuang melawan kondisi yang sangat berat. Bahkan, orang yang pernah terkena pneumonia lebih dari sekali bisa merasakan pengalaman yang sama sekali berbeda pada setiap episode sakitnya. Perbedaan ini terjadi karena tidak semua kuman penyebab pneumonia bereaksi dengan cara yang sama. Ada jenis yang lebih agresif, membuat kamu jatuh sakit lebih parah. Selain itu, usia lanjut dan adanya penyakit lain yang menyertai sering kali membuat pneumonia berkembang lebih berat dan lebih sulit ditangani.
Apakah Pneumonia Menular?
Seseorang yang sedang sakit pneumonia tidak otomatis “menularkan” pneumonia itu sendiri. Penyakit ini bukanlah sesuatu yang bisa berpindah begitu saja dari satu orang ke orang lain. Namun, kuman penyebabnya memang bisa menular. Artinya, saat kamu berdekatan dengan orang yang sakit pneumonia, kamu bisa saja tertular kuman yang sama. Meski begitu, terpapar kuman tidak selalu berakhir menjadi pneumonia. Virus dan bakteri yang memicu pneumonia juga bisa menimbulkan penyakit pernapasan lain, seperti sinusitis, pilek, atau bronkitis. Bagaimana tubuh bereaksi sangat bergantung pada kondisi masing-masing orang.
Ada kelompok yang lebih rentan mengalami pneumonia jika terpapar kuman ini. Risiko meningkat pada mereka yang berusia di atas 65 tahun, memiliki sistem imun lemah atau diabetes, memiliki penyakit paru kronis seperti PPOK atau asma, memiliki gangguan jantung atau hati, serta pada perokok. Selain itu, orang yang belum divaksinasi terhadap virus dan bakteri penyebab pneumonia juga lebih mudah jatuh sakit.
Bagaimana Pneumonia Menyebar?
Virus penyebab pneumonia menyebar lewat percikan cairan pernapasan (droplet). Saat orang yang sakit berbicara, bersin, atau batuk, mereka mengeluarkan droplet yang mengandung virus. Jika orang lain menghirup tetesan ini, mereka bisa tertular. Beberapa virus yang dapat memicu pneumonia antara lain:
- Virus flu.
- Respiratory syncytial virus (RSV).
- Coronavirus.
- Virus penyebab pilek.
Bakteri penyebab pneumonia juga menyebar lewat droplet. Contohnya, Mycoplasma pneumoniae yang sering menjadi penyebab walking pneumonia, serta Streptococcus pneumoniae yang bisa menimbulkan pneumonia berat. Namun, tidak semua bakteri menular dengan cara ini. Legionella, misalnya, adalah bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia serius. Bakteri ini tumbuh di air dan bisa mencemari benda sehari-hari seperti pendingin ruangan, kolam pusaran air, bak mandi air panas, hingga pelembap udara. Seseorang hanya bisa sakit karena Legionella bila menghirup tetesan air dari sumber yang sudah terkontaminasi.
Jamur juga bisa menyebabkan pneumonia. Penyebab paling umum adalah Coccidioidomycosis, Histoplasmosis, dan Blastomycosis. Jamur ini tidak berpindah dari orang ke orang. Pneumonia akibat jamur sama sekali tidak menular. Kamu hanya bisa sakit jika menghirup spora jamur dari sumber lingkungan, misalnya tanah yang terkontaminasi.
Berapa Lama Seseorang Bisa Menular?
Tidak ada batas waktu pasti untuk menentukan berapa lama seseorang menular setelah terkena pneumonia. Lamanya masa penularan bergantung pada penyebab infeksi. Misalnya, walking pneumonia atau pneumonia atipikal bisa tetap menular selama beberapa minggu. Secara umum, jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, masa menular berlangsung sekitar 48 jam setelah pengobatan antibiotik dimulai dan berakhir ketika demam mereda.
Pada pneumonia akibat virus, masa penularan biasanya berakhir seiring meredanya gejala, terutama ketika demam hilang. Orang dengan pneumonia akibat virus biasanya paling menular pada hari-hari awal sakit. Umumnya, masa menular berakhir setelah sekitar satu minggu. Sementara itu, pneumonia yang disebabkan oleh jamur tidak menular sama sekali.
Pasca Sakit, Kapan Bisa Kembali Beraktivitas?
Proses pemulihan dari pneumonia biasanya memakan waktu beberapa minggu. Namun, saat demam sudah hilang setidaknya selama 24 jam tanpa bantuan obat penurun panas, dan gejala mulai mereda, umumnya kamu sudah bisa kembali beraktivitas di sekolah atau tempat kerja. Meski begitu, ada baiknya tetap berhati-hati ketika kembali berinteraksi. Menjaga jarak dengan orang lain dan memakai masker, terutama saat berada di dekat mereka yang memiliki sistem imun lemah, menjadi langkah sederhana namun penting yang bisa melindungi diri sekaligus orang-orang di sekitar.
Orang-Orang yang Berisiko
Siapa pun bisa terkena pneumonia. Tingkat keparahan penyakit ini sering bergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta jenis kuman penyebab infeksi. Namun, ada kelompok yang memiliki risiko paling tinggi:
- Anak-anak usia 2 tahun ke bawah: Bayi dan balita belum memiliki sistem imun yang sepenuhnya matang, dan mereka belum bisa divaksinasi lengkap terhadap pneumonia hingga berusia 2 tahun. Pneumonia bahkan menjadi alasan paling umum anak-anak dirawat di rumah sakit.
- Orang dewasa usia 65 tahun ke atas: Seiring bertambahnya usia, sistem imun melemah. Lansia lebih rentan mengalami pneumonia berat dan memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal karenanya.
- Orang dengan kondisi kesehatan serius: Mereka yang memiliki penyakit paru atau jantung lebih mudah terkena pneumonia. Gangguan neurologis tertentu yang membuat sulit batuk atau membersihkan lendir juga meningkatkan risiko.
- Siapa pun yang sistem imunnya lemah: Jika memiliki kondisi yang melemahkan daya tahan tubuh, kemampuan melawan kuman penyebab pneumonia akan berkurang.
Jangan berasumsi bahwa pneumonia tidak bisa menyerang hanya karena tidak termasuk kelompok berisiko tinggi. Faktanya, pneumonia adalah alasan umum orang dewasa dari segala usia dirawat di rumah sakit.
Cara Mencegah Pneumonia
Pneumonia bisa menjadi penyakit yang sangat serius. Namun, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko mengalaminya. Banyak tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko terkena pneumonia, antara lain:
- Rajin cuci tangan.
- Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut.
- Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
- Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh.
Selain itu, menjaga sistem imun tetap kuat juga penting. Caranya dengan:
* Tidur cukup.
* Mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral.
* Tidak merokok serta membatasi konsumsi alkohol.
Hal lain yang tak kalah penting adalah vaksinasi. Vaksin yang melindungi dari virus dan bakteri penyebab pneumonia dapat membantu menjaga kesehatan. Pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin terhadap:
* RSV.
* Influenza (flu).
* COVID-19.
* Pneumokokus.
Dokter dapat membantu menentukan apakah satu atau lebih vaksin tersebut sesuai untuk kamu.













