Peringatan Terkait Konsumsi Daging Hiu di Program Makan Bergizi Gratis
Kasus keracunan makanan yang terjadi dalam program makan bergizi gratis (MBG) menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Salah satu insiden yang mencuri perhatian adalah saat siswa-siswi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu ikan hiu saus tomat. Hal ini memicu pertanyaan seputar apakah ikan hiu aman untuk dikonsumsi dan bagaimana proses pengolahannya.
Ikan Hiu Bukan Bahan Makanan yang Umum di Indonesia
Di Indonesia, ikan hiu dikenal sebagai hewan laut yang ganas dan tidak biasa dikonsumsi. Namun di beberapa negara, seperti Jepang dan Inggris, daging hiu justru menjadi hidangan favorit. Di Jepang, daging hiu sering disajikan dalam bentuk sashimi, sedangkan di Inggris, daging hiu bisa digunakan sebagai alternatif untuk fish and chips. Menurut penjelasan dari berbagai sumber, rasa daging hiu cukup bervariasi, tergantung pada spesiesnya. Beberapa orang menyebutkan bahwa rasanya mirip dengan campuran antara ikan dan ayam.
Keunikan Daging Hiu dan Proses Pengolahan
Daging hiu memiliki karakteristik unik yang membuatnya sulit diolah. Salah satu hal yang membuat daging hiu tidak umum adalah aroma yang mudah timbul. Hal ini disebabkan oleh kandungan urea dalam tubuh hiu yang berubah menjadi amonia setelah hiu mati. Bau ini sangat menyengat dan sulit dihilangkan. Untuk mengurangi aromanya, para koki biasanya merendam daging hiu dalam air garam atau campuran susu, lemon, dan cuka selama beberapa jam.
Kandungan Merkuri dalam Daging Hiu
Selain bau yang tidak enak, daging hiu juga memiliki risiko kesehatan karena kandungan merkuri yang tinggi. Merkuri adalah logam beracun yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan saraf, kerusakan ginjal, dan bahkan kanker. Kandungan merkuri dalam daging hiu lebih tinggi dibandingkan ikan lain seperti tuna dan todak. Satu kilogram daging hiu dapat mengandung 0,77 µg merkuri, yang jauh melebihi batas aman.
Apakah Hiu Aman untuk Dikonsumsi?
Meskipun ada negara yang melegalkan konsumsi daging hiu, seperti Amerika Serikat dan Prancis, penting untuk mempertimbangkan risiko kesehatan. Anak-anak, ibu hamil, serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya menghindari konsumsi daging hiu. Porsi kecil dan jarang bisa diterima bagi orang-orang yang sehat, tetapi tetap perlu hati-hati.
Rekomendasi untuk Menghindari Risiko Kesehatan
Dibandingkan dengan ikan lain yang lebih sehat dan bermanfaat, daging hiu justru memiliki risiko yang lebih tinggi. Untuk menjaga kesehatan, lebih baik mengonsumsi jenis ikan yang lebih aman dan kaya akan nutrisi. Dengan begitu, kita bisa menghindari potensi bahaya yang muncul dari konsumsi daging hiu.






