Apakah Diabetes Bisa Sembuh? Ini Fakta Sebenarnya

Berita71 Dilihat

Penyebab dan Jenis-Jenis Diabetes

Diabetes masih menjadi salah satu penyakit yang paling umum di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita diabetes mencapai 830 juta orang pada tahun 2022, naik empat kali lipat dari jumlah pada tahun 1990 yang hanya sekitar 200 juta orang. Diabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh terlalu tinggi. Pada orang yang sehat, glukosa dari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh dengan bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Glukosa ini kemudian diolah menjadi energi agar kita bisa beraktivitas dengan baik.

Sayangnya, pada penderita diabetes, pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau bahkan sama sekali. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah dan menyebabkan hiperglikemia. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan saraf, masalah mata, hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, pengobatan dan perawatan intensif sangat penting untuk mengelola penyakit ini.

Jenis-Jenis Diabetes

Diabetes memiliki beberapa jenis, dan penyebabnya berbeda tergantung jenisnya. Berikut penjelasannya:

  • Diabetes Tipe 1

    Pada diabetes tipe 1, sel-sel penghasil insulin di pankreas rusak atau hancur. Sistem kekebalan tubuh keliru dan menyerang sel-sel tersebut. Para peneliti belum menemukan alasan pasti mengapa hal ini terjadi.

  • Diabetes Tipe 2

    Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistansi insulin. Pankreas memproduksi insulin dengan baik, tetapi sel-sel hati, otot, dan lemak tidak merespons seperti seharusnya. Faktor gaya hidup buruk seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, dan genetika berperan besar dalam perkembangan penyakit ini.

  • Diabetes Gestasional

    Diabetes gestasional biasanya terjadi pada ibu hamil. Selama kehamilan, plasenta melepaskan hormon yang menyebabkan resistansi insulin. Biasanya, diabetes gestasional akan sembuh setelah kehamilan, tetapi ibu yang mengalaminya memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa depan.

Tes untuk Mendeteksi Diabetes

Beberapa gejala diabetes yang perlu diwaspadai antara lain mulut kering, sering buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur, penurunan berat badan, kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki, luka yang sulit mengering, serta infeksi jamur. Namun, hanya karena seseorang mengalami satu dua gejala tersebut, bukan berarti mereka menderita diabetes.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita diabetes, tes medis diperlukan. Terdapat beberapa jenis tes diabetes, yaitu:

  • Tes A1C

    Tes ini mengukur rata-rata kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir. Kadar normal di bawah 5,7 persen, prediabetes antara 5,7-6,4 persen, dan diabetes di atas 6,4 persen.

  • Random Blood Sugar Test

    Tes ini bisa dilakukan kapan saja tanpa perlu puasa. Seseorang dianggap menderita diabetes jika kadar gula darahnya di atas 200 mg/dL.

  • Glucose Tolerance Test

    Tes ini mengharuskan pasien berpuasa semalaman. Setelah itu, pasien minum minuman manis dan kadar gula darah diukur kembali dua jam kemudian. Kadar normal di bawah 140 mg/dL, sedangkan diabetes terjadi jika kadar gula di atas 200 mg/dL.

  • Fasting Blood Sugar Test

    Tes ini juga digunakan untuk mendiagnosis diabetes. Pasien harus berpuasa semalaman. Kadar gula darah normal di bawah 100 mg/dL, prediabetes antara 100-125 mg/dL, dan diabetes di atas 126 mg/dL.

Apakah Diabetes Bisa Sembuh?

Pertanyaan utamanya adalah: apakah diabetes bisa sembuh? Sayangnya, hingga saat ini, para dokter dan ilmuwan belum berhasil menemukan cara untuk menyembuhkan diabetes secara permanen. Namun, pengobatan tetap penting karena bisa membantu mengendalikan penyakit ini.

Penderita diabetes tipe 2 yang menjalani pengobatan bisa masuk ke tahap remisi, di mana kadar gula darah kembali normal dan gejala tidak muncul selama periode tertentu. Pengobatan untuk diabetes sangat bergantung pada jenisnya. Misalnya, suntikan insulin menjadi pengobatan umum untuk diabetes tipe 1, sementara diabetes tipe 2 memerlukan kombinasi obat-obatan dan perubahan gaya hidup sehat.

Meski obat untuk menyembuhkan diabetes belum ditemukan, pengobatan dan gaya hidup yang tepat tetap bisa membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *