Apa Itu Vaksin Heksavalen?

Berita68 Dilihat

Vaksin Heksavalen: Perlindungan 6 Penyakit dalam Satu Suntikan

Pada tahap awal kehidupan, bayi sangat rentan terhadap berbagai penyakit infeksi. Untuk itu, jadwal imunisasi dasar menjadi langkah penting untuk melindungi mereka sejak dini. Dengan perkembangan teknologi medis, kini tersedia vaksin kombinasi yang dirancang untuk memberikan perlindungan lebih luas sekaligus memudahkan proses imunisasi bagi orang tua.

Salah satu inovasi yang semakin populer adalah vaksin heksavalen. Vaksin ini sering disebut sebagai “6-in-1” karena mampu melindungi anak dari beberapa penyakit dalam satu suntikan. Keberadaannya membuat kunjungan imunisasi lebih efisien tanpa mengurangi cakupan perlindungan.

Isi Vaksin Heksavalen

Vaksin heksavalen merupakan bagian dari jadwal imunisasi rutin bayi. Vaksin ini sangat penting karena melindungi anak dari penyakit-penyakit yang bisa berakibat fatal atau menimbulkan komplikasi jangka panjang. Berikut penyakit-penyakit yang dilindungi oleh vaksin ini:

  • Difteri: Infeksi serius yang bisa menyebabkan masalah pernapasan, kerusakan jantung, dan sistem saraf.
  • Hepatitis B: Infeksi hati yang dapat menjadi kronis dan meningkatkan risiko kanker hati.
  • Hib (Haemophilus influenzae type b): Bakteri yang dapat menyebabkan meningitis dan infeksi serius lainnya pada anak kecil.
  • Polio: Virus yang bisa menyebabkan kelumpuhan permanen.
  • Tetanus: Infeksi yang menyerang sistem saraf, menimbulkan kejang otot, dan bisa berakibat fatal.
  • Batuk rejan/pertusis: Infeksi pernapasan yang sangat menular, berbahaya terutama bagi bayi karena dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Kapan Bayi Mendapatkan Vaksin Heksavalen?

Bayi diberikan tiga dosis vaksin heksavalen sebagai bagian dari jadwal imunisasi. Vaksin ini diberikan pada usia:

  • 8 minggu
  • 12 minggu
  • 16 minggu

Jika anak melewatkan jadwal vaksinasi ini, segera konsultasikan dengan dokter.

Bayi yang Tidak Bisa Diberikan Vaksin Heksavalen

Sebagian besar bayi bisa mendapatkan vaksin heksavalen. Namun, ada kondisi tertentu di mana vaksin ini tidak dapat diberikan, antara lain:

  • Pernah mengalami reaksi alergi serius (anafilaksis) terhadap dosis vaksin sebelumnya.
  • Pernah mengalami reaksi alergi serius terhadap kandungan vaksin (termasuk neomycin, polymyxin, formaldehida, atau polysorbate 80).
  • Jika anak memiliki kondisi yang memengaruhi otak, seperti epilepsi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum vaksin diberikan.
  • Jika anak sedang mengalami demam tinggi, tunggu hingga kondisinya membaik sebelum vaksinasi.
  • Jika anak sedang sakit namun tidak demam tinggi, periksa dengan dokter, perawat, atau petugas kesehatan apakah vaksin tetap bisa diberikan.

Potensi Efek Samping

Seperti semua obat, vaksin heksavalen dapat menimbulkan efek samping, meskipun tidak semua bayi mengalaminya.

Efek Samping yang Umum:

  • Bengkak atau nyeri di tempat suntikan.
  • Demam.
  • Mudah lelah.
  • Hilang nafsu makan.
  • Muntah atau diare.
  • Rewel/iritabilitas.

Bayi bisa diberikan parasetamol anak untuk membantu meredakan gejala, tetapi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Situasi Darurat:

Segera buat janji dengan dokter atau cari bantuan medis darurat apabila bayi:
* Berusia di bawah 3 bulan dan memiliki suhu tubuh 38 derajat Celcius atau lebih, atau kamu menduga bayi demam.
* Berusia 3–6 bulan dan memiliki suhu tubuh 39 derajat Celcius atau lebih, atau kamu menduga bayi demam.
* Terlihat tidak sehat dan kamu khawatir dengan kondisi bayi.

Reaksi Alergi

Efek samping yang lebih serius, seperti reaksi alergi berat (anafilaksis), sangat jarang terjadi dan biasanya muncul dalam hitungan menit. Tenaga kesehatan yang memberikan vaksin telah dilatih untuk menangani reaksi alergi dan segera memberikan pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *