AIA Ajak Jaga Alam dengan Pandangan yang Luas

Berita312 Dilihat



PT AIA Financial (AIA) bekerja sama dengan brand fashion Sejauh Mata Memandang dalam upaya konservasi lahan seluas 10 hektar di Leuser, Aceh. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Dalam program ini, AIA dan Sejauh Mata Memandang melibatkan petani lokal serta perempuan dalam kegiatan penanaman dan monitoring setiap pohon yang ditanam.

Chief Marketing Officer AIA, Kathryn Parapak, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat, sesuai dengan prinsip keberlanjutan yang dianut oleh perusahaan. “Kami ingin mengajak masyarakat menjaga kesehatan secara menyeluruh dari segi fisik, mental, finansial, dan lingkungan karena alam memengaruhi semua aspek kehidupan. Pohon dan proteksi asuransi memiliki kesamaan, keduanya memberi perlindungan bagi yang kita cintai,” ujar Kathryn dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 29 November 2025.

Founder Sejauh Mata Memandang, Chitra Subyakto, menambahkan bahwa kolaborasi ini, yang turut didukung oleh Forum Konservasi Leser dan Yayasan Haka, sejalan dengan visi timnya untuk menjaga kelestarian alam melalui pendekatan yang berkelanjutan. “Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memulihkan lahan, tetapi juga menghidupkan harapan masyarakat sekitar,” kata Chitra.

Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar dapat menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Sebelumnya, sejak diluncurkan pada 2023, program Penanaman Pohon “AIA Sehat Untuk Negeri”, perusahaan itu telah menanam lebih dari 40 ribu pohon di lima provinsi di Indonesia. Upaya ini berkontribusi pada restorasi ekosistem dan diperkirakan mampu menyerap 465 ton karbon per tahun, serta mendukung mitigasi perubahan iklim.

Dari sisi lingkungan, kegiatan ini diklaim bisa merestorasi ekosistem melalui rehabilitasi hutan. Program ini juga bisa melakukan penyerapan karbon sekitar 465 ton/tahun. Hal ini bisa mendukung mitigasi perubahan iklim. Selain itu, kegiatan ini juga membantu menyediakan habitat alami bagi berbagai spesies, termasuk yang terancam punah.

Dalam aspek sosial, kegiatan ini bisa meningkatkan keterlibatan aktif komunitas lokal sejak tahap awal, meningkatkan kesadaran lingkungan dan rasa memiliki. Terdapat transfer pengetahuan melalui pelatihan budidaya bibit, pemeliharaan pohon, dan monitoring. Masyarakat juga bisa melakukan penguatan kohesi sosial melalui kegiatan kolaboratif seperti penanaman pohon. Selain itu, kegiatan ini bisa meningkatkan partisipasi perempuan sebagai ranger dalam kegiatan penanaman.

Dari sisi ekonomi, kegiatan ini diharapkan bisa menambah pendapatan daerah untuk 10 petani/manajer lokal melalui aktivitas pembibitan dan pemeliharaan pohon. Kegiatan ini juga bisa memberi manfaat tidak langsung bagi sekitar 800 warga desa melalui peningkatan hasil tanaman produktif. Terakhir, masyarakat bisa mendapatkan peluang usaha berbasis ekologi seperti produk turunan dari tanaman produktif.

Kathryn mengatakan bahwa program Penanaman Pohon “AIA Sehat Untuk Negeri” ini merupakan salah satu wujud prinsip keberlanjutan AIA yang mengusung lima pilar, yaitu Health & Wellness, Sustainable Investment, Sustainable Operations, People & Culture, dan Effective Governance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *