Ahli Sebut Dampak Gadget Ganggu Hubungan Orang Tua dan Anak

News77 Dilihat

Penggunaan Gadget dan Dampaknya pada Hubungan Orang Tua-Anak

Saat ini, penggunaan gadget sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selain memudahkan akses informasi dan komunikasi, aplikasi seperti media sosial juga memberikan hiburan. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan bisa berdampak negatif, terutama dalam hubungan antara orang tua dan anak.

Beberapa studi menunjukkan bahwa meskipun orang tua tidak secara fisik menatap gadget saat bersama anak, pola pikir dan keinginan untuk mengecek gadget dapat mengurangi interaksi verbal maupun emosional. Artinya, bahkan ketika gadget tidak digunakan secara aktif, dampaknya tetap bisa mengganggu ikatan (bonding) antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami dampak penggunaan gadget dan menetapkan batasan yang sehat.

Studi tentang Dampak Negatif Gadget bagi Bonding

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap interaksi dengan anak, bahkan ketika orang tua tidak sedang menggunakan gadget. Dalam sebuah studi yang dipresentasikan di Digital Media and Developing Minds International Scientific Congress di Washington, AS, ditemukan bahwa perbedaan signifikan tetap ada meskipun ibu tidak sedang menggunakan gadget.

“Jika penelitian sebelumnya fokus pada bagaimana anak-anak terpengaruh ketika orang tua sibuk main gadget, studi kali ini melihat dampaknya terhadap interaksi langsung,” ujar Liz Robinson, peneliti utama dari University of Alabama.

Ibu yang menggunakan media sosial secara intens berbicara 29 persen lebih sedikit kepada anak-anak mereka saat bermain bersama dibandingkan dengan ibu yang penggunaan media sosialnya rendah. Kategori penggunaan rendah rata-rata menggunakan media sosial selama 21 menit per hari, sementara kategori penggunaan tinggi rata-rata menghabiskan 169 menit per hari.

Meskipun secara fisik hadir bersama anak, pikiran para ibu seringkali ‘melayang’ ke hal lain. “Pikiran kita sering beralih ke aktivitas yang lebih menyenangkan, termasuk bermain media sosial,” ujar Kris Perry dari Children and Screens: Institute of Digital Media and Child Development.

Pentingnya Mengobrol dan Komunikasi dengan Anak

Salah satu hal terpenting yang bisa dilakukan orang tua untuk membangun bonding yang kuat dengan anak adalah sering mengobrol. Menurut Perry, pembelajaran bahasa dan bicara merupakan komponen utama dalam perkembangan optimal anak. Kemampuan mengekspresikan dan menerima bahasa dialami oleh anak sejak lahir hingga usia 18 tahun.

Paparan bahasa yang lebih banyak turut berpotensi meningkatkan perkembangan otak, kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, dan kemampuan berbahasa anak. Interaksi antara orang tua dan anak saat bermain juga penting bagi perkembangan sosial-emosional anak. Hal itu membantu mereka mengembangkan rentang perhatian dan kemampuan mengatur emosi.

Selain itu, berinteraksi dengan orang dewasa juga menjadi cara anak belajar memahami apa yang penting. “Anak-anak sangat menyadari ke mana arah pandangan orang tua saat sedang bersama mereka, dari situlah mereka belajar apa yang dianggap penting,” imbuh Robinson.

Luangkan Waktu Khusus Hanya untuk Anak

Orang tua perlu berusaha secara sadar untuk hadir sepenuhnya ketika berinteraksi dengan anak. Hadir seutuhnya ketika sedang bersama anak. “Perhatian kita adalah salah satu hal terbaik yang bisa kita berikan kepada anak,” ujarnya lagi.

Sebisa mungkin, orang tua perlu menyisihkan waktu tertentu setiap hari untuk memberikan perhatian penuh kepada anak. Ini dapat membantu memenuhi kebutuhan kasih sayang pada anak. Robinson menuturkan bahwa waktu dan perhatian penuh selama 15 menit mungkin terlihat kecil bagi orang tua, tapi ini memiliki dampak besar dari sudut pandang anak.

Lebih Bijak dalam Menggunakan Media Sosial

Sebenarnya boleh saja untuk menggunakan media sosial, tetapi orang tua juga perlu memperhatikan bagaimana penggunaannya dapat memengaruhi diri sendiri dan anak-anak. Pastikan untuk bisa menyeimbangkan dampak tersebut sebelum berinteraksi dengan anak. Salah satu cara sederhana untuk menerapkannya adalah dengan membatasi frekuensi dan durasi penggunaan media sosial setiap minggu.

“Kurangi waktu bermain media sosial untuk menghindari kemungkinan secara tidak sengaja jadi jarang berinteraksi dengan anak,” pesan Perry. Mengurangi penggunaan media sosial diharapkan juga bisa memberi lebih banyak waktu bagi orang tua untuk bermain dengan anak.

Dampak Lain Penggunaan Gadget Berlebihan bagi Kesehatan

Selain berdampak pada hubungan orang tua-anak, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat membawa sejumlah dampak negatif terhadap kesehatan anak dan orang tua. Termasuk di antaranya:

  • Gangguan tidur

    Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat menekan produksi hormon melatonin dan mengganggu siklus tidur. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), studi menunjukkan bahwa bermain gadget berlebihan dapat mengganggu pola tidur.

  • Mengganggu kesehatan secara fisik

    Kebiasaan duduk lama sambil menggunakan gadget memicu gaya hidup kurang bergerak, yang berkaitan dengan risiko obesitas, gangguan metabolik, dan masalah jantung.

  • Dampak emosional

    Screentime berlebihan juga ditemukan berkaitan dengan risiko gangguan kemampuan sosial, konsentrasi, masalah perilaku, dan kecemasan.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *