Ahli Kesehatan Mental Beberkan 2 Kata Sakti untuk Berhenti Overthinking

News174 Dilihat

Mengatasi Overthinking dengan Pendekatan yang Efektif

Banyak orang sering berpikir bahwa semakin lama seseorang memikirkan suatu masalah, maka semakin baik solusi yang ditemukan. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Terlalu lama memikirkan sesuatu bisa mengurangi energi dan waktu yang dibutuhkan untuk bertindak secara produktif. Dalam beberapa kasus, hal ini justru dapat menyebabkan kelelahan mental dan fisik.

Menurut penelitian, terlalu banyak memikirkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, meragukan keputusan, atau membayangkan skenario terburuk bisa sangat melelahkan. Hal ini tidak hanya menghambat kemampuan seseorang untuk maju, tetapi juga berpotensi menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik. Oleh karena itu, penting untuk menemukan cara efektif untuk mengatasi overthinking.

Dua Kata yang Bisa Membantu Menghentikan Overthinking

Seorang ahli kesehatan mental, Scott Mautz, menyarankan bahwa mengatasi overthinking membutuhkan kepercayaan diri, ketahanan, serta kekuatan mental. Menurutnya, dua kata saja bisa menjadi alat yang sangat ampuh dalam menghentikan kebiasaan berpikir berlebihan. Yaitu, mengganti pertanyaan “Bagaimana jika?” dengan “Lihat nanti”.

Orang yang overthinking cenderung bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana jika?” Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban pasti dan bisa membuat pikiran terjebak dalam lingkaran tak berujung. Jika Anda merasa terjebak dalam pola pikir seperti ini, cobalah menggantinya dengan kalimat “Lihat nanti”. Kalimat ini memberikan rasa akhir dari suatu situasi, bukan sekadar memperluas permasalahan.

Mengucapkan “Lihat nanti” bisa membantu meredam dialog internal yang terus-menerus. Ada nuansa finalitas di dalamnya, yang berbeda dengan kalimat terbuka seperti “Bagaimana jika…?”. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah beralih dari kecemasan ke penerimaan.

Lima Tips untuk Menghentikan Overthinking

Melepaskan diri dari overthinking bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  1. Mengalihkan Perhatian

    Daripada terus-menerus memikirkan masalah, cobalah mengalihkan perhatian dengan melakukan tugas lain. Otak mungkin akan menemukan solusi lebih baik saat sedang fokus pada aktivitas lain.

  2. Tantang Pikiran Negatif

    Ingatkan diri bahwa pikiran yang muncul belum tentu benar. Tidak semua pikiran yang muncul pasti realistis. Coba membingkai ulang pikiran tersebut dengan perspektif yang lebih positif.

  3. Asah Keterampilan Interpersonal

    Penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan keterampilan interpersonal bisa membantu mengurangi kecenderungan overthinking. Beberapa cara untuk melakukannya antara lain meningkatkan kesadaran diri, percaya diri, pengendalian diri, serta belajar menetapkan batasan.

  4. Meditasi

    Meditasi adalah salah satu metode efektif untuk mengarahkan pikiran ke arah yang lebih tenang. Saat meditasi, fokus utama adalah pernapasan. Tujuannya bukan untuk mengosongkan pikiran, tetapi untuk memfokuskan pikiran pada sesuatu yang positif atau netral, lalu melatih diri untuk mengembalikan fokus ketika pikiran melayang.

  5. Cari Bantuan Profesional

    Jika overthinking terus-menerus mengganggu, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional seperti psikolog. Overthinking bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi. Dengan bantuan yang tepat, Anda bisa lebih mudah mengelola pikiran dan emosi.

Kesimpulan

Dua kata, yaitu “Lihat nanti”, bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam menghadapi overthinking. Selain itu, beberapa strategi seperti mengalihkan perhatian, menantang pikiran negatif, dan meditasi juga bisa menjadi alat yang efektif. Jika perlu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Dengan langkah-langkah ini, Anda bisa lebih tenang, lebih fokus, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *