Cita Tenun Indonesia: KALATARA

News226 Dilihat

Kolaborasi Kreatif dalam Presentasi Mode “KALATARA”

Cita Tenun Indonesia kembali menghadirkan inovasi dalam dunia mode dengan menggandeng beberapa desainer ternama untuk memperkenalkan koleksi terbaru yang bertajuk “KALATARA” dalam ajang Fashion Nation XIX Edition. Koleksi ini menampilkan berbagai jenis tenun tradisional yang diolah dengan sentuhan modern, mencerminkan kekayaan budaya dan keterampilan tangan para pengrajin.

Salah satu kolaborator utama dalam proyek ini adalah Alto Project, yang menggunakan dua jenis tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenun Ikat dan Tenun Pahikung asal Sumba Timur menjadi bahan dasar dari karya-karya yang ditampilkan. Kedua jenis tenun ini memiliki karakteristik unik, baik dari segi motif maupun teknik pembuatannya. Alto Project berhasil menggabungkan tradisi dengan gaya kontemporer, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai seni tinggi tetapi juga cocok untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain Alto Project, Amotsyamsurimuda turut serta dalam presentasi ini dengan memadukan tenun Songket khas Manggarai Barat, NTT. Desainer ini memberikan reinterpretasi terhadap tenun Songket, yang biasanya digunakan dalam acara adat dan upacara penting. Dengan pendekatan kreatifnya, Amotsyamsurimuda mampu menghadirkan kain tenun tersebut dalam bentuk yang lebih fleksibel dan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Di sisi lain, Wilsen Willim menghadirkan tenun Putussibau yang berasal dari suku Iban di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tenun ini dikenal dengan tekstur yang lembut dan motif yang khas. Wilsen Willim berhasil memadukan unsur tradisional dengan desain modern, sehingga menghasilkan pakaian yang tidak hanya indah tetapi juga nyaman dipakai.

Setiap karya yang ditampilkan dalam koleksi “KALATARA” dibuat menggunakan teknik pewarnaan alami. Proses ini tidak hanya menjaga keaslian dan keindahan kain, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan. Pewarnaan alami dilakukan dengan bahan-bahan seperti daun, akar, dan buah-buahan yang sudah digunakan oleh para pengrajin selama ratusan tahun.

Kolaborasi antara Cita Tenun Indonesia dan para desainer ini menunjukkan komitmen untuk melestarikan warisan budaya melalui inovasi. Dengan menggabungkan tradisi dan modernitas, mereka berhasil menciptakan karya yang tidak hanya menarik secara estetika tetapi juga memiliki nilai sosial dan lingkungan.

Dalam ajang Fashion Nation XIX Edition, “KALATARA” menjadi representasi dari keragaman budaya Indonesia yang dihargai dan dilestarikan. Koleksi ini tidak hanya memperlihatkan keindahan tenun tradisional tetapi juga menunjukkan potensi besar dari seni tekstil Indonesia di panggung internasional.

Kehadiran karya-karya ini diharapkan mampu membangkitkan minat masyarakat terhadap tenun Indonesia, serta memberikan dukungan kepada para pengrajin yang telah berjuang keras untuk melestarikan kekayaan budaya negara ini. Dengan inisiatif seperti ini, harapan besar dapat diwujudkan agar seni tenun Indonesia terus berkembang dan mendapat pengakuan yang layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *