Jenis dan Gejala Tumor Otak pada Anak-Anak
Tumor otak adalah kondisi yang terjadi ketika terdapat pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak. Tumor ini bisa berupa tumor primer, yaitu yang berasal langsung dari jaringan otak itu sendiri, atau tumor sekunder yang berasal dari bagian tubuh lain. Kebanyakan kanker pada sistem saraf pusat berasal dari tumor otak. Dalam hal ini, ada dua jenis utama tumor otak, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.
Tumor jinak tidak mengandung sel kanker dan biasanya memiliki batas yang jelas. Meskipun jarang kambuh setelah diangkat, ukurannya dapat menekan area penting di otak sehingga menyebabkan gejala serupa dengan tumor ganas. Sementara itu, tumor ganas mengandung sel kanker, tumbuh cepat, dan cenderung menyerang jaringan sekitarnya. Meskipun jarang menyebar ke bagian tubuh lain, tumor ganas bisa kambuh setelah pengobatan.
Perbedaan Tumor Otak pada Anak dan Orang Dewasa
Tumor otak pada bayi dan anak-anak berbeda dengan yang terjadi pada orang dewasa. Hal ini terkait dengan jenis sel yang terlibat maupun cara tubuh merespons pengobatan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala-gejala awal agar bisa segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
7 Gejala Umum Tumor Otak pada Anak
-
Sakit Kepala
Sakit kepala bisa menjadi salah satu tanda tumor otak pada anak. Namun, tidak semua sakit kepala berarti tumor. Yang perlu dicurigai adalah sakit kepala yang semakin parah pada pagi hari, karena tekanan dalam otak bisa meningkat saat tidur. Pada anak yang belum bisa bicara, gejala ini bisa dilihat dari perilaku seperti rewel atau mudah marah. -
Ukuran Kepala Bayi Membesar
Salah satu tanda yang bisa dilihat pada bayi adalah lingkar kepala yang bertambah cepat. Jika pertumbuhan kepala tidak sebanding dengan tinggi atau berat badan, orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter anak. -
Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi
Jika tumor tumbuh di dekat batang otak, anak bisa mengalami gangguan keseimbangan. Jika kejadian ini makin sering dan makin parah, ini patut dicurigai. Selain itu, anak mungkin kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah dikuasai, seperti duduk tegak atau berjalan stabil. -
Mual dan Muntah
Mual dan muntah biasanya dikaitkan dengan penyakit umum seperti flu. Namun, jika gejala ini terus berulang dan disertai sakit kepala, bisa jadi akibat peningkatan tekanan dalam otak. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. -
Gangguan Penglihatan
Tumor otak juga dapat memengaruhi saraf penglihatan. Gejala yang muncul antara lain gerakan mata tidak normal, mata juling, atau penglihatan kabur. Jika gejala ini terlihat, pemeriksaan mata dan otak perlu dilakukan. -
Kejang
Tumor yang berada di permukaan otak bisa memicu kejang. Kejang pada anak selalu perlu ditangani serius karena bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk kemungkinan adanya tumor otak. -
Perubahan Pubertas
Pada remaja, tumor otak bisa memengaruhi hormon dan menyebabkan pubertas terlambat. Misalnya, anak perempuan tidak menunjukkan tanda-tanda pubertas pada usia 13 tahun atau belum menstruasi pada usia 16 tahun. Untuk anak laki-laki, keterlambatan pubertas bisa ditandai dengan testis yang tidak membesar pada usia 14 tahun.
Pentingnya Deteksi Dini
Banyak dari gejala-gejala di atas bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan yang lebih umum. Namun, jika orang tua melihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan, segera periksakan anak ke dokter anak. Pemeriksaan seperti pemindaian MRI bisa membantu memastikan apakah ada kelainan pada otak yang menjadi penyebab gejala.
Kunci utamanya adalah kewaspadaan. Orang tua yang jeli memperhatikan perubahan pada anak bisa membantu mendeteksi masalah lebih cepat, sehingga pengobatan bisa lebih efektif.






