7 Tanda Awal Rabies yang Sering Terlewat

News183 Dilihat

Gejala Awal Rabies yang Harus Diperhatikan

Rabies adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf. Setelah gejala muncul, penyakit ini hampir selalu berakhir dengan kematian. Penyebarannya terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kelelawar, atau mamalia liar lainnya. Meski virus rabies bisa “tertidur” selama beberapa minggu hingga bulan-bulan, gejala awal biasanya muncul secara perlahan lalu berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, mengenali gejala rabies sejak dini sangat penting untuk mencegah konsekuensi serius.

Berikut ini beberapa gejala awal rabies yang harus diwaspadai jika pernah bersentuhan dengan hewan yang dicurigai terinfeksi:

1. Demam

Demam biasanya menjadi gejala pertama dari rabies. Sering kali diikuti dengan menggigil dan rasa lelah berlebihan. Meskipun demam bisa muncul pada banyak penyakit lain, jika demam terjadi setelah digigit atau dicakar hewan liar dan disertai dengan gejala seperti mudah marah, gelisah, atau perubahan perilaku, rabies patut dicurigai.

2. Sakit Kepala

Sakit kepala pada rabies umumnya muncul bersamaan dengan demam. Awalnya terasa ringan, tetapi lama-lama bisa makin intens. Meski terlihat mirip dengan sakit kepala akibat flu atau infeksi virus lain, pada orang dengan riwayat gigitan hewan, ini bisa jadi tanda bahaya.

3. Lemas dan Mudah Lelah

Virus rabies mulai melemahkan tubuh dengan cepat. Seseorang bisa merasa kehabisan tenaga, bahkan untuk aktivitas ringan sekalipun. Rasa lemas ini biasanya datang bersamaan dengan demam dan sakit kepala, dan bisa membuat tubuh terasa semakin tidak berdaya.

4. Kesemutan, Gatal, atau Nyeri di Area Gigitan

Ini adalah salah satu tanda khas rabies yang sering disepelekan. Beberapa hari atau minggu setelah digigit atau dicakar, korban bisa merasakan kesemutan, gatal, atau rasa nyeri seperti terbakar di sekitar luka. Sensasi ini muncul karena virus rabies mulai menyerang saraf di area tersebut. Banyak orang salah mengira ini hanya proses penyembuhan luka biasa, padahal ini bisa jadi sinyal awal rabies yang berbahaya.

5. Air Liur Berlebih dan Sulit Menelan

Ketika virus menyebar lebih jauh di sistem saraf, otot-otot tenggorokan mulai lumpuh. Hal ini membuat penderita kesulitan menelan (disebut disfagia), bahkan bisa keluar air liur berlebihan atau busa di mulut. Menelan air putih saja bisa terasa menyakitkan atau mustahil. Inilah alasan kenapa rabies dikenal dengan gejala takut air (hydrophobia).

6. Gelisah, Bingung, atau Cemas

Rabies bukan hanya menyerang tubuh, tapi juga pikiran. Saat virus mencapai otak, penderita bisa mengalami gangguan mental seperti kebingungan, kecemasan ekstrem, mudah marah, halusinasi, hingga berperilaku agresif. Sering kali orang salah mengira ini sebagai gangguan psikis atau efek narkoba. Padahal, pada korban gigitan hewan, gejala ini harus segera dicurigai sebagai rabies.

7. Kejang Otot

Pada tahap lebih lanjut, penderita rabies bisa mengalami kejang otot yang parah, terutama di leher dan punggung. Lama-kelamaan, area gigitan bisa mengalami kelumpuhan, yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani, kelumpuhan ini akan berujung pada koma hingga kematian.

Meski rabies terdengar menakutkan, kabar baiknya adalah penyakit ini 100 persen bisa dicegah jika ditangani sebelum gejalanya muncul. Kuncinya ada pada tindakan cepat. Jika kamu digigit atau dicakar hewan liar atau hewan peliharaan yang belum divaksin, segera cari bantuan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *