7 Bahaya Asap Rokok untuk Ibu Hamil, Hindari!

News198 Dilihat

Bahaya Asap Rokok bagi Ibu Hamil

Seorang ibu hamil biasanya berusaha keras untuk menjaga kesehatannya. Mulai dari mengatur pola makan, rutin memeriksa ke dokter, hingga berhenti merokok. Namun, ada hal lain yang sering kali terlewat, yaitu paparan asap rokok dari orang-orang di sekitarnya. Meskipun tidak merokok langsung, ibu hamil tetap bisa menjadi perokok pasif. Hal ini meningkatkan risiko komplikasi baik bagi ibu maupun janin.

Asap rokok mengandung berbagai racun dan bahan kimia berbahaya. Saat terhirup oleh ibu hamil, zat-zat tersebut dapat memengaruhi perkembangan janin dan meningkatkan risiko berbagai kondisi medis. Berikut beberapa kondisi yang dapat dipicu oleh paparan asap rokok selama kehamilan:

1. Meningkatkan Risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Menjadi perokok pasif saat hamil dapat meningkatkan risiko kematian bayi mendadak, tidak dapat dijelaskan, dan tidak terduga sebelum usia 1 tahun. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Risiko ini semakin tinggi jika ibu merokok setelah bayi lahir.

Nikotin dan racun lain dalam asap rokok dapat memengaruhi perkembangan sel-sel otak dan jaringan saraf. Bahan kimia dalam asap rokok juga membuat bayi lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, yang meningkatkan risiko SIDS. Selain itu, asap rokok dapat menurunkan sistem kekebalan janin, sehingga memengaruhi kemampuan bayi bertahan hidup dari infeksi.

2. Perkembangan Psikologis yang Terbatas

Menghirup asap rokok selama kehamilan juga memengaruhi perkembangan kognitif dan psikologis anak-anak. Sebuah penelitian melibatkan 91 anak usia 6–9 tahun. Ditemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang bukan perokok menunjukkan kinerja yang lebih baik pada tes keterampilan berbicara, bahasa, kecerdasan, kemampuan visual/spasial, dan perilaku daripada anak-anak yang ibunya merokok secara aktif atau pasif.

Lebih lanjut, penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu yang merupakan perokok pasif memiliki kinerja yang lebih baik daripada anak-anak perokok aktif. Meskipun begitu, yang terbaik adalah tetap menghindari rokok dan asap rokok secara total selama kehamilan.

3. Kelahiran Prematur



Kelahiran prematur adalah akibat yang paling umum dari paparan asap rokok selama kehamilan. Sebuah penelitian melibatkan 209 perempuan dan 43 di antaranya terpapar asap rokok. Tim peneliti menemukan bahwa kelompok perempuan yang terpapar asap rokok memiliki persentase melahirkan bayi prematur yang lebih tinggi daripada kelompok non-perokok.

Ibu yang terpapar asap rokok juga memiliki kehamilan yang lebih berisiko daripada non-perokok. Paparan asap rokok selama kehamilan meningkatkan risiko ibu mengalami hipertensi, anemia, dan ketuban pecah dini atau ketuban pecah sebelum waktunya.

4. Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Ada hubungan yang jelas antara paparan asap rokok pada ibu hamil dan berat badan lahir bayi yang rendah. Sebuah penelitian melibatkan 209 perempuan yang terpapar asap rokok selama kehamilan dan 211 perempuan yang tidak terpapar asap rokok. Ditemukan bahwa pada kelompok ibu yang terpapar asap rokok, terdapat lebih banyak bayi yang memiliki berat badan lahir rendah.

Untuk setiap rokok yang diisap ibu hamil secara pasif, terdapat pengurangan berat lahir bayi sebesar 12,9 gram. Ini lantaran asap rokok membatasi pertumbuhan bayi di dalam rahim. Juga, paparan nikotin dapat mengurangi sirkulasi darah janin dan karbon monoksida mengurangi suplai oksigen ke janin.

5. Meningkatkan Risiko Penyalahgunaan Tembakau pada Anak

Ibu yang menjadi perokok pasif lebih mungkin melahirkan anak yang menjadi perokok sejak dini. Studi dalam jurnal Human & Experimental Toxicology menemukan bahwa merokok secara aktif maupun pasif saat hamil dapat membuat anak lebih awal terpapar nikotin, yang membuat ketagihan, dan memungkinkan mereka untuk melakukan penyalahgunaan tembakau saat remaja.

Karenanya, bagi perempuan yang merokok, wajib berhenti merokok saat hamil. Dan bagi laki-laki yang merokok juga sama pentingnya untuk menghindari rokok saat istri sedang hamil.

6. Cacat Lahir



Menjadi perokok pasif saat hamil bisa menyebabkan bayi lahir dengan cacat tertentu. Biasanya, kecacatan yang terjadi berupa masalah pada mata, kekurangan anggota badan, kaki pengkor, celah orofasial, cacat pendengaran, dan masalah pencernaan. Paparan bahan kimia dalam rokok, seperti nikotin dan karbon monoksida, selama kehamilan dapat menurunkan sirkulasi darah ke janin. Hal ini kemudian membatasi suplai oksigen yang penting untuk pertumbuhan bayi yang tepat.

7. Keguguran

Perempuan hamil yang terpapar asap rokok juga mengalami peningkatan risiko keguguran. Sebuah penelitian yang dicatat dalam buku Reproductive and Developmental Effects from Exposure to Secondhand Smoke menemukan, perempuan yang suaminya merokok lebih dari 20 batang sehari memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami keguguran dibandingkan mereka yang memiliki suami bukan perokok.

Paparan karbon monoksida dalam asap tembakau dapat menghalangi janin yang sedang berkembang untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Selain itu, masih ada banyak sekali bahan kimia berbahaya lainnya dalam asap rokok yang dapat membahayakan bayi yang belum lahir.

Itulah beberapa bahaya asap rokok bagi ibu hamil. Bayi yang sehat adalah tanggung jawab kedua orangtua. Jadi, bukan hanya ibu yang harus menghindari rokok, tapi ayah juga perlu menghindarinya agar ibu tidak menjadi perokok pasif dan dapat melahirkan bayi yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *