4 Alasan Wanita Lebih Lelah Berolahraga Saat Haid

News177 Dilihat

Alasan Perempuan Merasa Lebih Lelah Selama Menstruasi

Merasa lelah dan lebih lemah secara fisik saat menstruasi adalah hal yang nyata. Banyak perempuan mengalami penurunan tingkat energi selama masa menstruasi, sementara beberapa lainnya justru merasa lebih berenergi. Perubahan kadar hormon serta gejala menstruasi bisa menjadi penyebab utamanya. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa perempuan merasa lebih kelelahan saat menstruasi.

1. Kehilangan Darah Saat Menstruasi

Kehilangan darah selama menstruasi dapat menyebabkan rasa lelah. Rata-rata, seseorang kehilangan antara 30 hingga 44 mililiter (ml) darah, atau sekitar dua hingga tiga sendok makan. Namun, beberapa orang mengalami kehilangan darah lebih dari 80 ml per bulan, yang bisa menyebabkan anemia.

Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ. Hal ini menyebabkan kadar zat besi dalam darah menurun, yang bisa memicu gejala kelemahan atau kelelahan. Meski anemia selama siklus menstruasi biasanya bukan masalah medis jangka panjang, kondisi ini bisa membuat kamu merasa lebih lelah dan tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasanya.

2. Kurang Tidur

Menstruasi juga bisa mengganggu tidur, terutama jika aliran darah deras atau mengalami kram perut parah. Gejala-gejala ini bisa membuat sulit untuk tidur. Diperkirakan hingga 71 persen perempuan mengalami gangguan tidur sebelum dan selama menstruasi. Penelitian menunjukkan bahwa sindrom pramenstruasi (PMS) sering kali menjadi penyebab utama insomnia dan sering terbangun di tengah malam.

Semakin terganggunya istirahat, semakin lelah tubuh akan terasa. Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur selama menstruasi sangat penting untuk menjaga energi dan kesehatan umum.

3. Pengaruh Hormon

Beberapa hari sebelum menstruasi dimulai, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh menurun drastis. Penurunan estrogen khususnya bisa menyebabkan penurunan serotonin, yaitu zat kimia yang memengaruhi suasana hati dan energi. Akibatnya, kamu mungkin merasa lemah dan lelah.

Selain itu, jaringan yang melapisi rahim (endometrium) mulai luruh, memicu respons peradangan. Rahim berkontraksi untuk melepaskan lapisan tersebut, yang menyebabkan kram, pendarahan, dan rasa lesu. Semua proses ini, bersama dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan, bisa membuat tubuh terasa sangat lelah.

4. Masalah Medis yang Mendasari

Meski sedikit lelah dari biasanya adalah hal wajar, rasa lelah yang berlebihan selama menstruasi tidak boleh diabaikan. Jika rasa kantuk mengganggu aktivitas harian atau bahkan mengganggu tidur, itu bisa dikaitkan dengan kondisi medis tertentu.

Misalnya, pendarahan yang berlebihan bisa memperburuk gejala anemia, yang sudah menyebabkan kelelahan. Selain itu, perubahan hormon yang terkait dengan menstruasi bisa memperburuk kelelahan jika seseorang memiliki gangguan kecemasan atau depresi. Energi rendah juga sering dilaporkan oleh perempuan dengan endometriosis dan sindrom polikistik ovarium (PCOS).

Pentingnya Olahraga Saat Menstruasi

Meskipun merasa lelah, olahraga selama menstruasi tetap penting karena bisa membantu meredakan gejala PMS. Namun, jika gejala-gejala seperti kelelahan dan kelemahan memengaruhi aktivitas harian, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *