10 Penyebab Nyeri Payudara Pria, Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

News64 Dilihat

Penyebab Nyeri Payudara pada Pria yang Perlu Diketahui

Nyeri payudara umumnya dikaitkan dengan perempuan, namun ternyata pria dan anak laki-laki juga bisa mengalami kondisi ini. Meskipun tidak sering dibahas, nyeri payudara pada pria dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan hormonal hingga cedera olahraga. Memahami penyebab dan gejala masalah payudara pada pria sangat penting untuk diagnosis dini dan pengobatan yang tepat.

Berikut adalah beberapa penyebab nyeri payudara pada pria yang perlu diketahui:

1. Ginekomastia

Ginekomastia adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan hormon estrogen dan testosteron, sehingga menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara yang berlebihan pada pria. Kondisi ini biasanya terjadi selama masa remaja atau pada usia di atas 50 tahun. Selain nyeri payudara, ginekomastia juga bisa membuat pria merasa tidak percaya diri.

2. Kista

Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang tidak bersifat kanker. Meski jarang terjadi pada pria, kondisi ini tetap mungkin terjadi. Gejalanya termasuk benjolan yang bisa terasa atau tidak, serta nyeri payudara.

3. Ketegangan Otot



Pria yang melakukan olahraga berat seperti bench press atau olahraga kontak seperti rugby dan sepak bola berisiko mengalami cedera pada otot pectoralis major atau minor. Tendon yang menempel pada otot-otot ini juga bisa mengalami ketegangan atau robekan. Gejalanya meliputi nyeri dada dan lengan, kelemahan, serta kemungkinan perubahan bentuk dada dan lengan.

4. Nekrosis Lemak pada Payudara

Jika jaringan payudara mengalami kerusakan parah akibat kecelakaan atau cedera olahraga, maka jaringan tersebut bisa mati. Hal ini bisa menyebabkan pembentukan benjolan di payudara. Kulit di sekitar benjolan mungkin tampak merah atau memar, dan bisa terlihat lesung pipit. Nekrosis lemak pada payudara relatif jarang terjadi pada pria.

5. Jogger’s Nipple

Gesekan pada puting merupakan keluhan umum bagi para pelari. Iritasi ini terjadi karena gesekan antara kulit dan kain atau kulit dan kulit. Secara khusus, puting bisa mengalami luka akibat gesekan. Statistik menunjukkan bahwa 35,7 persen orang yang berlari lebih dari 40 mil dalam seminggu mengalami kondisi ini, sedangkan hanya 3,6 persen dari mereka yang berlari kurang dari 15 mil.

6. Fibroadenoma



Fibroadenoma adalah benjolan non-kanker yang terjadi di jaringan fibroglandular payudara. Meski lebih umum pada perempuan, kondisi ini tetap bisa terjadi pada pria. Benjolan biasanya terasa bulat dan kencang, seperti kelereng. Penyebabnya belum jelas, tetapi sebagian besar tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

7. Kanker Payudara

Kanker payudara pada pria sangat langka, menyumbang kurang dari satu persen dari total kasus kanker payudara. Gejala awalnya biasanya berupa perubahan pada kulit atau benjolan, tetapi tidak selalu nyeri. Kerutan atau lesung pipit bisa muncul, serta kemerahan atau keluarnya cairan dari puting.

8. Heartburn

Nyeri dada bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk asam lambung. Contohnya adalah penyakit refluks gastroesofagus (GERD), di mana asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar. Nyeri ini bisa muncul setelah makan atau saat malam hari, dan lebih buruk saat berbaring atau membungkuk.

9. Penyakit Pernapasan

Nyeri dada yang disebabkan oleh kondisi pernapasan biasanya disertai batuk atau sesak napas. Beberapa penyebabnya meliputi emboli paru, paru-paru kolaps, dan hipertensi pulmonal.

10. Penyakit Jantung

Nyeri dada tiba-tiba yang disertai sesak napas, pusing, keringat dingin, mual, dan nyeri di lengan, leher, atau punggung bisa menjadi tanda serangan jantung. Angina, yaitu nyeri dada akibat penurunan aliran darah ke jantung, juga bisa menjadi indikasi risiko serangan jantung.

Penyebab nyeri payudara pada pria bisa sangat beragam, dan beberapa di antaranya bisa menjadi kondisi serius. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan. Diagnosis dini bisa menjadi kunci dalam pengobatan yang efektif dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *