Fraksi Gerindra menyatakan keterkejutannya atas keputusan pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, mengungkapkan bahwa Sara, sapaan akrabnya, dikenal sebagai anggota parlemen sekaligus kader Gerindra yang sangat aktif dan berdedikasi.
Menurut Bambang, Sara senantiasa menunjukkan dedikasi tinggi dengan turun langsung ke daerah pemilihannya. “Bagi kami, dia adalah salah satu kader yang paling aktif di dapilnya dan sangat peduli terhadap peran serta perempuan di politik,” ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 11 September 2025. Ia menambahkan, “Aktivitasnya sangat tinggi, namun kontroversinya minim sekali, sehingga kami cukup terkejut dengan kabar ini.”
Meskipun demikian, Bambang menegaskan bahwa Fraksi Gerindra menghormati keputusan pribadi Sara. Di sisi lain, mereka juga berkewajiban menghormati amanah yang telah diberikan oleh rakyat kepadanya. Sara terpilih sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III, yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu. “Di sana, kami meraih sekitar 227 ribu suara, dan sebagian besar adalah mandat dari masyarakat di tiga wilayah tersebut yang diberikan kepada kader kami, Rahayu Saraswati,” jelas Bambang.
Sehubungan dengan hal tersebut, per hari ini, Fraksi Gerindra telah menyepakati untuk menonaktifkan Sara dari keanggotaan DPR. Fraksi juga sedang melakukan kajian mendalam serta berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra terkait pengunduran diri ini. Bambang memastikan bahwa Gerindra akan menindaklanjuti keputusan keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut sesuai dengan kaidah dan ketentuan undang-undang yang berlaku. “Sebab, beliau adalah anggota DPR dan juga merupakan kader partai yang memiliki mekanisme internal,” tambahnya.
Dalam kesempatan terpisah, Rahayu Saraswati sendiri telah mengumumkan pengunduran dirinya dari DPR melalui unggahan di media sosial. Ia menyatakan bahwa keputusannya ini berkaitan dengan ucapannya dalam sebuah siniar yang dinilai telah menyakiti hati masyarakat. Informasi lebih lanjut mengenai kiprah politisi perempuan dan dinamika perpolitikan nasional juga dapat ditemukan di situswanita.com.
Pernyataan yang dimaksud Sara adalah yang ditayangkan dalam siniar Antara TV pada Februari 2025. Menurut penjelasannya, sebagian dari ucapannya dipotong dan kemudian diviralkan di media sosial pada pertengahan Agustus lalu, dengan tujuan menyulut kemarahan publik. “Dengan ini saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra,” kata Sara melalui akun Instagram resminya pada Rabu, 10 September 2025.
Pilihan editor: Pengguna Bahasa Isyarat Makin Banyak. Mengapa?
Pilihan editor: Prabowo Undang Franz Magnis hingga Quraish Shihab ke Istana
