Ne Zha 2: Review Film Terlaris, Layak Tonton?

Berita678 Dilihat

situswanita.comFilm animasi Ne Zha 2 telah mengukir sejarah gemilang sejak pertama kali dirilis di Tiongkok pada akhir Januari 2025. Sekuel yang dinantikan ini bukan sekadar mencetak rekor penjualan, melainkan juga menempatkan dirinya sebagai fenomena budaya.

Prestasi Ne Zha 2 sungguh mencengangkan. Film ini berhasil meraup total penjualan global fantastis, melebihi 2,085 miliar dollar Amerika Serikat (AS), menjadikannya film kelima terlaris sepanjang masa. Pencapaian luar biasa ini, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com pada Rabu (19/3/2025), memicu pertanyaan: apa sebenarnya yang membuat Ne Zha 2 begitu istimewa dan memikat hati penonton global?

Kekuatan utama Ne Zha 2 terletak pada narasinya yang mendalam, berpusat pada kisah persahabatan tak terduga antara dua karakter ikonik. Film ini kembali menghadirkan Ne Zha (disuarakan oleh Lu Yanting), sang iblis yang lahir dari Bola Api, dan Ao Bing (disuarakan oleh Han Mo), monster mulia dari Mutiara Roh. Meskipun memiliki kepribadian dan kekuatan yang bertolak belakang—Ao Bing yang kalem dan bijaksana berhadapan dengan Ne Zha yang energik dan sedikit tengil—ikatan persahabatan mereka tetap kuat, saling melengkapi dan mendukung di tengah berbagai rintangan.

Alur cerita memanas ketika sebuah peristiwa mengerikan mengguncang Jalur Chentang, tanah kelahiran Ne Zha dan keluarganya. Kehadiran iblis Shen Gongbao (disuarakan oleh Yang Wei) menjadi dalang di balik tragedi yang menyebabkan Ao Bing kehilangan raganya. Untuk mengembalikan tubuh Ao Bing, sebuah ramuan khusus yang sangat langka dan hanya bisa ditemukan di Istana Yuxu menjadi satu-satunya harapan. Namun, jalan menuju ramuan itu tidaklah mudah.

Ne Zha dan Ao Bing harus bersatu, menghadapi serangkaian ujian berat dan meyakinkan pemimpin klan Chen yang disegani, Wuliang (diperankan oleh Wang Deshun). Di tengah perjuangan mereka untuk melewati rintangan ini, Jalur Chentang justru dilanda bencana besar. Kondisi ini menempatkan Ne Zha pada persimpangan dilema moral: haruskah ia tetap fokus membantu Ao Bing mendapatkan raganya kembali, atau memilih untuk membalaskan dendam yang mengancam keluarganya? Konflik batin inilah yang menjadi inti emosional dari cerita.

Di balik narasi yang memikat, Ne Zha 2, yang merupakan sekuel dari film Ne Zha (2019) yang masih dapat disaksikan di platform seperti Iqiyi, dipoles dengan keahlian visual yang luar biasa di bawah arahan sutradara Yu Yang. Sejak adegan pertama hingga akhir, penonton akan dibuat terpukau oleh kualitas animasinya yang megah, stabil, dan detail yang memanjakan mata.

Detail visual dalam Ne Zha 2 sungguh mengagumkan, mulai dari penggambaran air yang mengalir layaknya air terjun alami di Jalur Chentang, ombak dahsyat yang menghantam bekas istana Ao Guang (ayah Ao Bing, disuarakan oleh Li Nan dan Yu Chen), magma yang menelan perkampungan, hingga awan yang berarak mengitari kuali sakti, dan tentunya, koreografi peperangan yang epik di klimaks film. Penggunaan warna yang kontras secara cerdas juga sangat membantu penonton, terutama mereka yang baru pertama kali menyaksikan Ne Zha 2, untuk dengan mudah mengidentifikasi karakter: warna merah dan kobaran api identik dengan Ne Zha, sementara biru-putih dan es mewakili Ao Bing.

Menariknya, Ne Zha 2 dirancang agar dapat dinikmati sepenuhnya bahkan tanpa harus menonton film pertamanya. Namun, bagi penonton yang ingin memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang latar belakang dan karakter-karakter yang ada, menyaksikan film Ne Zha sebelumnya tentu akan memberikan pengalaman yang lebih kaya.

Adegan peperangan dalam Ne Zha 2 menyajikan ketegangan yang mendebarkan, didukung oleh kecepatan (pace) yang pas dan latar musik yang berhasil membangun suasana secara sempurna. Uniknya, di sela-sela intensitas pertarungan, disisipkan pula sentuhan humor ringan dari tingkah polah para karakternya, menciptakan keseimbangan yang menyegarkan. Film ini tidak hanya melulu soal aksi; ada pula momen-momen dramatis, seperti perpisahan Ne Zha dengan keluarganya, yang sanggup menyentuh emosi penonton secara mendalam.

Setiap adegan, termasuk kejutan plot twist yang cerdas, terasa telah dirancang dengan sangat matang, menghindari kesan penguluran waktu yang tidak perlu. Meskipun Ne Zha 2 diperuntukkan bagi penonton segala usia, ada baiknya orang tua tetap memperhatikan beberapa adegan, khususnya yang melibatkan perkelahian dengan senjata. Sementara itu, akhir cerita Ne Zha 2 terasa sedikit anti-klimaks, sebuah keputusan yang mungkin saja menjadi jembatan menuju film ketiga yang sudah dinanti. Sebagai penutup, bagi Anda yang menonton di bioskop, jangan terburu-buru beranjak setelah film berakhir, karena ada adegan ending credit yang mengundang tawa sekaligus memberikan jawaban atas misteri keberadaan Shen Gongbao.