Ledakan Wisata Hijau di Kota! Mangrove Wonorejo Diserbu Ribuan Pengunjung Saat Nataru 2025–2026

Berita255 Dilihat

Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya Jadi Primadona Wisata Libur Nataru

Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya kembali menunjukkan keunggulannya sebagai destinasi wisata alam yang diminati selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selama periode libur 2025 hingga 2026, kawasan ini mencatat lonjakan pengunjung yang signifikan. Bahkan, jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan hingga ribuan orang per hari.

Humas Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya, Devid Nugraha, menjelaskan bahwa selama libur Nataru 2025/2026, jumlah kunjungan melonjak sekitar 70 persen dibandingkan hari biasa. Meski angka tersebut stabil jika dibandingkan dengan periode libur yang sama tahun sebelumnya, puncak pengunjung terjadi pada Hari Raya Natal, di mana jumlahnya mencapai lebih dari 700 orang dalam satu hari.

Pihak pengelola memprediksi lonjakan lebih besar akan terjadi pada 1 Januari 2026. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, jumlah pengunjung saat Tahun Baru diperkirakan bisa mencapai seribu orang dalam sehari.

Armada Perahu Ditambah, Berangkat Tiap 15 Menit

Untuk menghadapi jumlah pengunjung yang meningkat, pengelola mengerahkan empat armada perahu yang beroperasi intensif. Setiap perahu diberangkatkan dari dermaga dengan interval 15 hingga 20 menit, membawa pengunjung menyusuri sungai dan rimbunnya kawasan mangrove.

Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga banyak yang datang dari luar kota. Hal ini menjadikan Mangrove Wonorejo sebagai destinasi alternatif wisata alam di Jawa Timur saat libur panjang.

Wisata Edukatif Favorit Keluarga

Selama libur Nataru, kelompok keluarga mendominasi kunjungan. Orang tua memanfaatkan momen liburan untuk mengajak anak-anak menikmati alam sekaligus mengenalkan pentingnya ekosistem mangrove sejak dini.

Jalur pejalan kaki, susur sungai, hingga keberadaan rumah apung menjadi pengalaman yang memikat bagi wisatawan lintas usia. Fakta menarik lainnya, akhir Desember juga menjadi musim kemunculan burung blibis hitam. Fenomena ini menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya pencinta alam dan fotografi satwa.

“Kebetulan di akhir bulan seperti ini ada blibis hitam. Itu jadi magnet tambahan bagi wisatawan,” kata Devid.

Harga Tiket Terjangkau dan Buka Setiap Hari

Ekowisata Mangrove Wonorejo buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB. Harga tiket tergolong ramah di kantong: Rp25.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak, sudah termasuk akses perahu wisata.

Di tengah tren wisata berkelanjutan, lonjakan pengunjung di Mangrove Wonorejo menjadi sinyal kuat bahwa wisata alam edukatif kian diminati. Bukan sekadar tempat liburan, kawasan ini kini menjelma ruang belajar terbuka tentang lingkungan, tepat di jantung Kota Surabaya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *