Kegiatan Touring Yamaha Classy, Peserta Belajar Kopi di Lereng Gunung Muria

Berita303 Dilihat

Pengalaman Unik dalam Yamaha Classy HangoutDay di Kudus

Para peserta Yamaha Classy HangoutDay yang digelar di Kota Kretek, Kudus, Selasa (23/12) tampak bersemangat dan penuh antusias. Acara touring yang bertajuk Classy Yamaha ini memberikan pengalaman tak biasa, yakni menjelajah lereng Gunung Muria sekaligus mengenal proses kopi dari kebun hingga cangkir.

Untuk pertama kalinya, para peserta diajak menyusuri hamparan kebun kopi di lereng Gunung Muria. Tak hanya sekadar melihat, mereka juga berkesempatan memetik langsung buah kopi yang telah siap panen. Pengalaman ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi banyak peserta.

“Biji kopi yang siap panen itu warnanya merah merata dan terasa lunak saat dipegang,” ujar Suparman, petani kopi setempat, di sela-sela penjelasannya kepada peserta. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar petani di lereng Gunung Muria menanam kopi jenis Robusta. Selain karena kondisi alam yang sesuai, ketinggian wilayah yang sedang membuat tingkat kelembapan sangat cocok untuk Robusta. Meski demikian, beberapa petani juga menanam kopi Arabika.

“Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas kopi. Robusta lebih cocok ditanam di sini,” ujar petani yang telah lebih dari satu dekade menekuni budidaya kopi tersebut.

Pengalaman memetik kopi langsung dari pohonnya menjadi kesan tersendiri bagi peserta. Amalia, warga Mejobo, Kudus, mengaku baru pertama kali memetik kopi meski kerap mendengar adanya kebun kopi di lereng Muria.

“Selama ini cuma tahu ada kebun kopi, tapi baru kali ini bisa memetik langsung buah kopi yang siap panen,” ujarnya. Amalia mengikuti touring Classy Yamaha menggunakan Yamaha Filano warna hijau sage.

Namun ia juga baru mengetahui bahwa kopi yang dipetik tidak bisa langsung diolah. Suparman menjelaskan, biji kopi harus melalui proses pengeringan terlebih dahulu, idealnya dengan penjemuran langsung di bawah sinar matahari.

“Untuk menghasilkan kopi yang baik, bukan hanya kualitas bijinya, tapi juga proses pascapanennya, terutama pengeringan,” jelasnya.

Kesan serupa juga dirasakan Daela, peserta asal Jekulo, Kudus. Ia mengaku sangat antusias mengikuti Yamaha Classy HangoutDay kali ini.

“Excited banget. Terima kasih Yamaha sudah ngajak kami touring. Bisa lihat kebun kopi, petik kopi, sampai bikin dan meracik kopi sendiri,” kata Daela. Ia juga merasakan kenyamanan berkendara menggunakan Yamaha Filano selama perjalanan.

“Dipakai di jalan kota yang padat enteng, lincah. Waktu naik ke lereng Gunung Muria juga terasa ringan,” tambahnya.

Tak hanya touring, peserta juga diajak meracik kopi sendiri dengan bimbingan barista profesional. Bahkan, racikan kopi buatan Daela mendapat pujian dari peserta lain.

“Kata teman-teman, racikan kopi saya enak. Jadi kepikiran buat usaha kedai kopi,” ujarnya sambil tertawa.

Chief DDS 3 PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Bill Gunawan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Yamaha untuk memberikan pengalaman berbeda bagi konsumennya.

“Bagi Yamaha, bukan sekadar menjual motor, tapi bagaimana kami bisa memberikan pengalaman baru dan inspirasi kepada konsumen,” ujarnya. Menurut Bill, melalui kegiatan seperti ini Yamaha ingin membuka wawasan peserta, termasuk peluang usaha.

“Mereka belajar memilih biji kopi yang baik, memahami prosesnya, hingga meracik kopi dengan cita rasa yang pas. Ini pengalaman sekaligus inspirasi,” tambahnya.

Melalui Yamaha Classy HangoutDay, Yamaha kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pengalaman berkendara yang bukan hanya nyaman, tetapi juga penuh cerita dan inspirasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *