Bali Banjir Longsor: Polri Turun Tangan Evakuasi Korban!

KEPOLISIAN Republik Indonesia turut menurunkan personelnya dalam penanganan korban banjir bandang dan longsor yang terjadi di Bali. Mereka bertugas untuk mengevakuasi korban yang terdampak bencana tersebut.

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya mengatakan, pengerahan personel Polri untuk membantu evakuasi korban, mulai dari membuka jalur yang tertutup material longsor, hingga mengatur arus lalu lintas agar distribusi bantuan logistik tidak terhambat. Polisi turut menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mempercepat proses evakuasi.

“Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan warga di pengungsian dapat terpenuhi,” ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 September 2025.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak sembilan orang ditemukan dalam kondisi meninggal, dua orang hilang, dan sebanyak 202 kepala keluarga atau 620 jiwa terdampak banjir Bali per Rabu, 10 September 2025, pukul 18.45 WIB. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan wilayah yang terdampak banjir ini mencakup enam kabupaten/kota, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan.

Adapun data rincian penemuan dan pencarian korban meliputi di Kota Denpasar terdapat lima korban meninggal dan dua orang hilang. Di Kabupaten Jembrana dua orang meninggal dunia dengan total 103 kepala keluarga atau 200 jiwa terdampak. Di Kabupaten Gianyar satu orang meninggal, di Kabupaten Badung satu orang meninggal, sedangkan Kabupaten Klungkung mencatat 99 kepala keluarga atau 420 jiwa terdampak. “Serta Kabupaten Tabanan masih dalam proses pendataan,” ucap Muhari melalui keterangan tertulis, Rabu.

Imbas banjir tersebut, sebagian warga juga terpaksa harus mengungsi karena tempat tinggal mereka masih terendam banjir. Di Kabupaten Jembrana tercatat 85 jiwa mengungsi dengan penyebaran di sejumlah posko, di antaranya Balai Desa Yeh Kuning, Balai Banjar Yeh Kuning, Musholla Assidiqie, dan Musholla Darul Musthofa. “Sementara itu, di Kota Denpasar terdapat 108 jiwa mengungsi yang tersebar di SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Merta Ubung, serta Banjar Dakdakan Peguyangan,” ujar Muhari.

Irsyan Hasyim berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Empat Klaster Pelaku Pembunuhan Kepala Cabang BRI