Benarkah Tumor Payudara Selalu Kanker? Ini Faktanya!

Health131 Dilihat

Kemunculan tumor pada payudara seringkali menimbulkan kekhawatiran besar, namun penting untuk diketahui bahwa tidak semua tumor tersebut mengindikasikan kanker.

Kekhawatiran ini sangat wajar mengingat persepsi umum bahwa setiap benjolan di payudara adalah situswanita.com sebuah pertanda kanker payudara. Padahal, realitanya tidak selalu demikian.

Menepis ketakutan tersebut, dr. Vera N. Tarigan, Kepala Departemen Radiologi Siloam Kebun Jeruk, menjelaskan bahwa mayoritas tumor payudara yang ditemukan justru bersifat tumor jinak dan tidak membahayakan.

Beliau menegaskan, ‘Ibu-ibu jangan takut, ya. Benjolan itu 80 persen tumor jinak, jadi kalau ada benjolan payudara jangan berpikir, ‘Oh, ini ganas, nih’.’ Pernyataan ini disampaikan dr. Vera dalam acara Press Conference dan Buka Puasa bersama Siloam Hospitals yang diadakan di Tesate Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/3/2025).

Hasil dari berbagai skrining payudara yang dilakukan kepada perempuan di berbagai lembaga pemasyarakatan dan organisasi menunjukkan temuan serupa: sebagian besar benjolan payudara yang terdeteksi bukan merupakan kanker payudara.

Lebih lanjut, temuan tersebut mengungkapkan bahwa banyak dari benjolan-benjolan tersebut adalah tumor jinak seperti fibroadenoma atau kista payudara, yang memang tidak berpotensi menjadi kanker.

Beliau menambahkan, ‘Jadi kalau temuan kita secara garis besar, di lapas, organisasi, ataupun walk in ke rumah sakit, itu memang kebanyakan adalah kista dan tumor jinak payudara.’ Hal ini semakin memperkuat pentingnya pemahaman bahwa tidak semua benjolan payudara adalah sesuatu yang perlu ditakuti secara berlebihan.

Maka dari itu, dr. Vera menyarankan agar para perempuan tidak perlu cemas berlebihan ketika menemukan benjolan pada payudara.

Sebaliknya, langkah terbaik adalah segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit guna mendapatkan diagnosis akurat dari tenaga medis profesional.

Ironisnya, ‘Banyaknya yang jinak, tapi orang sudah ketakutan duluan,’ kata dr. Vera, menyoroti kecenderungan masyarakat untuk panik sebelum mendapatkan kepastian.

Meski demikian, bukan berarti benjolan tumor jinak bisa diabaikan begitu saja. dr. Vera tetap menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara kembali enam bulan setelah diagnosis awal diberikan.

Tujuan dari pemeriksaan lanjutan ini adalah untuk memantau perkembangan benjolan tersebut secara berkala, sekaligus mendeteksi jika ada perubahan signifikan pada bentuk atau teksturnya yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut.

Seperti yang ditegaskan dr. Vera, ‘Kemudian akan diperiksa lagi enam bulan setelahnya buat mengecek kondisi tumor.’ Langkah proaktif ini penting untuk menjaga kesehatan payudara secara optimal.