Berapa Lama Feses Bertahan di Usus?

Berita35 Dilihat

Sistem pencernaan adalah proses kompleks yang terjadi dalam tubuh manusia, mulai dari makanan masuk hingga diolah dan dikeluarkan sebagai feses. Namun, banyak orang sering bertanya-tanya tentang durasi feses berada di dalam tubuh serta kapasitas usus dalam menampungnya. Pertanyaan ini menjadi penting untuk memahami kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di BMJ Journal pada Januari 2023, rata-rata waktu yang dibutuhkan makanan untuk melewati seluruh saluran pencernaan, mulai dari ditelan hingga dikeluarkan sebagai feses, adalah sekitar 28 jam pada orang dewasa sehat. Namun, waktu ini bisa sangat bervariasi antar individu. Beberapa orang mungkin hanya membutuhkan waktu 10 jam, sementara yang lain bisa membutuhkan hingga 73 jam. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada patokan pasti dalam menjaga kebiasaan buang air besar (BAB).

Kolon atau usus besar memiliki peran penting dalam proses pencernaan. Proses penyerapan air dan pembentukan feses terjadi di bagian-bagian kolon yang berbeda. Pada bagian awal kolon, proses tersebut berlangsung dalam hitungan jam, sedangkan bagian lebih jauh seperti distal atau rektosigmoid membutuhkan waktu yang lebih lama sebelum feses siap dikeluarkan. Oleh karena itu, kecepatan atau lambatnya BAB dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, asupan cairan, aktivitas fisik, hormon, dan kebiasaan harian.

Seberapa Banyak Feses Dapat Ditampung Usus?

Rektum, yaitu ujung usus besar, memiliki panjang sekitar 20 sentimeter dan umumnya mampu menampung sekitar 300 mililiter feses sebelum muncul dorongan untuk BAB. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kapasitas ini bisa berbeda antar individu. Sebuah studi tahun 2018 meneliti maximum tolerable volume (MTV), yakni jumlah feses maksimum yang dapat ditahan tubuh secara nyaman. Hasil penelitian menunjukkan variasi yang signifikan antar peserta.

Pada kelompok dengan rektum membesar, MTV tertinggi mencapai 885 mililiter, sementara kelompok kontrol mencapai 760 mililiter. Rata-rata MTV pada rektum yang membesar adalah 245 mililiter, sedangkan pada kelompok kontrol mencapai 360 mililiter. Selain itu, sebuah tinjauan 2022 juga menemukan bahwa kapasitas rektum dipengaruhi oleh elastisitas dan sensitivitas dinding rektum. Semakin elastis dinding rektum, semakin besar pula volume yang dapat ditampung sebelum muncul keinginan untuk BAB.

Masalah jika Menunda Buang Air Besar

Menunda keinginan buang air besar bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu komplikasi yang paling serius adalah impaksi feses, yaitu kondisi di mana feses sangat keras dan padat tersumbat di dalam usus sehingga sulit dikeluarkan secara alami. Gejala impaksi feses meliputi tidak mampu buang air besar, perut kembung, nyeri pada perut, dan diare berlebihan.

Agar BAB Teratur

Gaya hidup memegang peran penting dalam menjaga sistem pencernaan agar tetap lancar. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayur, dan biji-bijian.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan fungsi pencernaan.
  • Minum air putih cukup setiap hari untuk membantu proses pencernaan.
  • Tidak menunda keinginan buang air besar, karena hal ini bisa mengganggu ritme alami tubuh.

Jika mengalami gejala impaksi feses, segera konsultasi dengan dokter untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Dengan memahami bagaimana tubuh memproses dan menyimpan feses, kita dapat lebih peka terhadap kesehatan pencernaan. Menjaga kebiasaan BAB yang teratur bukan hanya sekadar kenyamanan, tetapi juga bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *