Nusantara Innovation Hub Dorong Generasi Muda Kembangkan Bakat Digital

Berita76 Dilihat



Tim Nusantara Innovation Hub (NIH) mengadakan pertemuan resmi dengan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco. Pertemuan ini membahas berbagai peluang kolaborasi strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam pengembangan startup, inovasi teknologi, serta talenta digital. “Inisiatif ini membuka jalan bagi talenta dan startup Indonesia untuk terhubung langsung dengan ekosistem inovasi global,” ujar Ray Rizaldy, salah satu inisiator Nusantara Innovation Hub (NIH), dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 20 November 2025.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para inisiator NIH, yaitu Ray Rizaldy, Mohamad Iqbal, Mukit Hendrayatno, Anita Ratna Faoziyah, Heri Susanto, dan Lucky Hatreztyo. Dwisuryo menyambut baik inisiatif Nusantara Innovation Hub (NIH) dan menilai langkah ini selaras dengan upaya memperkuat diplomasi ekonomi serta mendorong pertumbuhan inovasi Indonesia di Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu, Nusantara Innovation Hub (NIH) memaparkan program unggulan yang akan dimulai pada Januari 2026, yaitu pengiriman Founder Startup Indonesia ke Amerika Serikat selama 1 hingga 2 tahun untuk mengikuti program akselerasi dan mengembangkan perusahaan secara langsung di ekosistem Silicon Valley. “Kami ingin memastikan Indonesia hadir lebih kuat di panggung teknologi internasional, tidak hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pemain yang menciptakan solusi global,” kata Ray.

Selain itu, Nusantara Innovation Hub (NIH) juga memperkenalkan Nusantara Student Innovation Bootcamp, sebuah program pengembangan entrepreneur untuk mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. Program ini bertujuan membekali talenta muda dengan keterampilan membangun startup, akses mentor internasional, serta peluang kolaborasi lintas industri.

Sebelum pertemuan dengan Dwisuryo, para inisiator NIH telah melakukan kunjungan dan diskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi besar di Silicon Valley, termasuk Amazon, Meta, dan Plug and Play. Kunjungan ini menghasilkan komitmen kolaborasi konkret yang akan memperkuat ekosistem startup Indonesia. “Dari beberapa diskusi yang telah dilakukan, akan ada kerja sama lanjutan secara konkret terkait program akselerasi startup Indonesia, khususnya dengan Plug and Play yang merupakan salah satu akselerator terbesar di Silicon Valley,” ungkap Mohamad Iqbal, Wakil Ketua NIH.

Plug and Play dikenal sebagai salah satu akselerator paling berpengaruh di dunia, dengan portfolio perusahaan yang mencakup unicorn seperti PayPal, Dropbox, dan Lending Club. Kerja sama ini membuka akses langsung bagi startup Indonesia ke jaringan investor, mentor, dan corporate partners global.

Nusantara Innovation Hub didirikan sebagai perkumpulan yang menghubungkan ekosistem startup Indonesia dengan Silicon Valley. Inisiatif ini hadir di tengah momentum positif ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai AS 146 miliar Dollar pada 2025, menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. “Dengan dukungan KBRI, Nusantara Innovation Hub siap menjadi jembatan kolaborasi antara talenta Indonesia, diaspora profesional, dan pusat inovasi Amerika Serikat untuk mendorong percepatan ekosistem startup nasional,” kata Rizaldy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *