Gejala Diabetes yang Sering Terlewat Pada Perempuan
Diabetes adalah penyakit kronis yang bisa memengaruhi siapa saja, tetapi bagi perempuan, gejalanya sering kali berbeda dibandingkan laki-laki. Penyakit ini tidak selalu menunjukkan gejala jelas pada tahap awal, sehingga sulit untuk diidentifikasi. Bagi perempuan, tanda-tanda diabetes bisa disalahartikan sebagai masalah hormonal atau hanya kelelahan biasa. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala-gejala khusus yang sering dialami oleh perempuan.
8 Gejala Khas Diabetes Pada Perempuan
-
Vagina Kering
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi kesehatan saraf dan pembuluh darah, termasuk area intim perempuan. Dampaknya, produksi pelumas alami berkurang, menyebabkan rasa kering dan tidak nyaman, terutama saat berhubungan seksual. -
Infeksi Genitourinaria
Kadar gula darah yang tinggi, kerusakan saraf, serta sistem imun yang melemah dapat meningkatkan risiko infeksi. Perempuan dengan diabetes memiliki risiko empat kali lipat lebih besar dibandingkan mereka yang tidak mengidap diabetes. Faktor anatomi tubuh dan perubahan hormonal membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi di area genital maupun saluran kemih. -
Infeksi Saluran Kemih Berulang
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri masuk ke dalam saluran kemih. Risiko kondisi ini lebih tinggi pada perempuan dengan diabetes karena kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan sistem imun. Gejalanya meliputi rasa nyeri saat buang air kecil, sensasi perih atau terbakar, dan urine yang tampak keruh atau bercampur darah. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar hingga ke ginjal dan menimbulkan masalah serius. -
Infeksi Jamur Vagina
Kadar gula darah yang tinggi menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur. Tanda-tanda infeksi meliputi rasa nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual, keputihan kental berwarna putih, serta gatal, perih, kemerahan, atau bengkak pada area vagina. -
Vaginosis Bakterialis
Vaginosis bakterialis terjadi ketika keseimbangan pH di vagina terganggu. Pada perempuan dengan diabetes, risiko ini lebih tinggi karena kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan alami tersebut. Gejalanya biasanya berupa keputihan yang encer berwarna abu-abu atau putih, disertai bau amis yang lebih terasa setelah berhubungan seksual. -
Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Kadar gula darah yang tinggi, rendahnya insulin, perubahan berat badan, atau penggunaan suntikan insulin dapat memengaruhi kadar estrogen, menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Gangguan menstruasi lebih sering terjadi pada perempuan dengan diabetes tipe 1, tetapi juga bisa dialami oleh mereka yang memiliki diabetes tipe 2. -
Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
Para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab PCOS. Kondisi ini bisa muncul ketika tubuh perempuan menghasilkan hormon androgen dalam jumlah tinggi, ditambah adanya faktor risiko tertentu. Gejala PCOS antara lain siklus menstruasi tidak teratur, kenaikan berat badan, jerawat, depresi, dan kesulitan memiliki anak. PCOS juga berkaitan dengan resistansi insulin, yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan risiko diabetes. -
Infertilitas
Diabetes dapat memengaruhi hormon yang mengatur proses ovulasi, membuat perempuan lebih sulit untuk hamil. Selain itu, kadar gula darah yang tidak terkontrol juga bisa menurunkan kualitas sel telur, yang pada akhirnya mengurangi peluang kehamilan.
Faktor Risiko Diabetes Pada Perempuan

Baik laki-laki maupun perempuan memiliki faktor risiko yang sama dalam mengembangkan diabetes tipe 2, seperti tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, kolesterol tinggi, obesitas, dan kurang aktivitas fisik. Namun, perempuan juga memiliki faktor risiko khusus, seperti diabetes gestasional (diabetes saat hamil) dan PCOS. Keduanya dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Setelah terdiagnosis diabetes, perempuan menghadapi risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan serius, termasuk gangguan penglihatan hingga kebutaan, depresi, serangan jantung yang berakibat fatal, dan penyakit jantung.
Gejala Umum Diabetes
Gejala diabetes yang bisa muncul antara lain:
* Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
* Rasa haus berlebihan.
* Mudah lelah.
* Penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
* Gatal di area genital atau infeksi jamur.
* Luka yang sulit sembuh.
* Penglihatan kabur.
* Nafsu makan meningkat.
Gejala-gejala ini bisa dialami siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun, beberapa di antaranya lebih sering muncul pada orang diabetes tipe 1 dan bisa datang dengan cepat.
Dampak Diabetes Lebih Berat Pada Perempuan
Diabetes bisa memengaruhi siapa saja, tanpa memandang gaya hidup, usia, ras, etnis, maupun jenis kelamin. Namun, dampaknya sering kali lebih berat bagi perempuan. Sebuah tinjauan literatur tahun 2019 yang melibatkan lebih dari 5,1 juta orang dari 49 studi menemukan bahwa, dibandingkan laki-laki dengan diabetes, perempuan dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan serius:
* 13 persen lebih tinggi risiko kematian dari semua penyebab.
* 30 persen lebih tinggi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.
* 58 persen lebih tinggi risiko kematian akibat penyakit jantung koroner.
Temuan ini menegaskan bahwa diabetes pada perempuan bukan hanya soal kadar gula darah, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan jantung, kualitas hidup, dan risiko komplikasi jangka panjang.






