Tantangan Mencari dan Mempertahankan Teman Baru di Usia Dewasa
Mencari dan mempertahankan teman baru menjadi semakin sulit seiring bertambahnya usia. Sebuah survei yang dilakukan oleh Talker Research terhadap 2.000 warga Amerika menunjukkan bahwa 69 persen responden setuju bahwa memiliki banyak teman dekat menjadi semakin sulit seiring dengan pertambahan usia. Rata-rata responden memiliki empat teman dekat, namun dalam sepuluh tahun terakhir, rata-rata orang kehilangan sembilan pertemanan. Hal ini menunjukkan bahwa kehilangan teman lebih umum terjadi pada generasi muda dibandingkan generasi yang lebih tua.
Pada generasi Z, angka kehilangan teman lebih tinggi dibanding generasi Boomers. Sementara itu, dari sisi gender, responden pria cenderung kehilangan pertemanannya di atas rata-rata dalam 10 tahun terakhir, sedangkan perempuan merasa kehilangan teman dengan tingkat yang lebih sedikit dan lambat.
Alasan Utama Kehilangan Pertemanan
Menurut penelitian, jarak geografis menjadi alasan utama mengapa pertemanan berakhir. Sebanyak 50 persen responden menyebutkan jarak sebagai faktor terbesar yang mengakhiri pertemanan. Selain itu, transisi kehidupan seperti perubahan karier atau status perkawinan juga menjadi alasan kedua terbanyak, yaitu 48 persen responden.
Selain itu, kurangnya upaya untuk menjaga hubungan juga menjadi penyebab utama. Bisa saja karena seseorang berhenti menghubungi teman, atau sebaliknya, diri sendiri yang berhenti menghubungi. Alasan lain yang sering muncul adalah kurangnya waktu dan perubahan nilai-nilai hidup. Misalnya, kelompok Millennial lebih mungkin melihat pertemanan memudar karena perubahan nilai, sementara generasi Boomers lebih sering menyalahkan jarak geografis.
Tips Memperluas Lingkaran Sosial di Usia Dewasa
Psikolog Klinis Kylie Sligar menjelaskan bahwa tantangan menjalin pertemanan di usia dewasa muncul karena peluang alami untuk bersosialisasi berkurang. “Membuat pertemanan baru di usia dewasa dapat sangat menantang karena tidak memiliki banyak kesempatan bawaan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sligar. “Selain itu, sebagian besar kehidupan saat ini bersifat virtual.”
Sligar menyarankan inisiatif, konsistensi, dan kesediaan untuk bersikap rentan sebagai kunci untuk menciptakan koneksi yang baru dan langgeng. Beberapa cara praktis untuk bertemu orang baru antara lain:
- Menghadiri acara pertemuan komunitas
- Menjadi sukarelawan
- Mengikuti kelompok hobi
- Mencoba aplikasi yang dirancang khusus untuk mencari teman, seperti Bumble BFF
- Mengadakan acara sendiri
“Kita tidak sendirian. Ada banyak orang dewasa lain di luar sana yang merasa kesepian dan mencari pertemanan. Kita hanya perlu berani menempatkan diri di luar sana,” ujar Sligar.
Melika Ayaza berkontribusi dalam penulisan artikel ini.






