Ariel NOAH Jadi Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam

Berita92 Dilihat

Ariel NOAH Akan Bermain dalam Film Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam

Mantan vokalis band Noah, Nazril Irham atau yang lebih dikenal dengan nama Ariel NOAH, akan memerankan tokoh utama dalam dua film baru berjudul Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam. Kedua film ini merupakan kelanjutan dari kisah yang sebelumnya telah diangkat dalam Dilan 1990 (2018) dan Dilan 1991 (2019). Dengan perannya kali ini, Ariel menunjukkan ketertarikannya pada dunia perfilman.

Ariel mengungkapkan bahwa awalnya ia ragu menerima tawaran tersebut. “Saya ditawari oleh Pidi Baiq, penulis cerita Dilan, untuk dua proyek ini. Tapi saya masih ragu karena karakternya sudah sangat kuat dan tidak bisa langsung diputuskan,” ujarnya saat berbicara di Kantor Falcon Pictures, Jakarta Selatan, pada Rabu, 5 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa seni peran menjadi salah satu bidang yang membuatnya tertarik untuk ikut serta dalam proyek ini. Ariel juga mengakui bahwa sebelumnya pernah ada tawaran untuk berakting, namun dirinya masih meragukan kemampuannya sendiri. “Tawaran ini agak berat kalau dilewati, jadi saya butuh waktu lama untuk memikirkan keputusan,” tambahnya.



Ariel NOAH membintangi film Dilan ITB 1997. Dok. Falcon Pictures

Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam: Proyek yang Menantang

Pidi Baiq, sang penulis cerita Dilan, mengatakan bahwa saat ia mulai menggarap Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam, ia selalu memikirkan wajah-wajah yang cocok untuk memerankan tokoh utama. “Namun, yang menarik adalah saya selalu memikirkan Ariel. Akhirnya saya memutuskan untuk menawarkan peran Dilan ke dia,” kata Pidi Baiq.

Menurut Pidi Baiq, ia tidak terlalu memperhatikan latar belakang seseorang, apakah musisi atau bukan. “Waktu Iqbal memerankan Dilan, itu juga sama. Saya hanya melihat potensi dan kesesuaian dengan karakter,” ujarnya.

Produser Falcon Pictures, Frederica, menyampaikan bahwa saat ini proses persiapan sedang berlangsung. “Produksi rencananya akan dimulai pada Desember dan tayang pada tahun 2026,” katanya.

Kolaborasi Seni yang Menarik

Fajar Bustomi, sutradara film, mengatakan bahwa ia selalu melihat Pidi Baiq sebagai guru dalam berkesenian. “Saya ingin membuat film yang menyenangkan dan bermakna. Dilan kali ini akan memiliki cerita yang berbeda dan lebih dewasa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa film ini akan menampilkan sisi-sisi menarik dari tokoh Dilan, baik saat ia remaja maupun dewasa. “Dilan akan tertarik dengan dunia seni, sehingga kolaborasi antara seni film, musik, dan rupa akan hadir dalam film ini,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *