Tumpukan Sampah Bandung Meningkat Tiap Senin, DLH Kewalahan Hadapi Batas TPA

Berita197 Dilihat

Masalah Pengangkutan Sampah di Kota Bandung

Pengangkutan sampah di Kota Bandung menghadapi tantangan signifikan, khususnya pada hari Senin. Volume sampah yang diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meningkat tajam setiap minggu, karena pengangkutan tidak dilakukan pada hari Minggu. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah di beberapa titik.

Penyebab Peningkatan Volume Sampah

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa peningkatan volume sampah semakin signifikan akibat musim hujan. Sampah yang tercampur air hujan menjadi lebih berat dan sulit dikelola. Selain itu, pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dibatasi berdasarkan tonase.

“Sampah hari Minggu tidak bisa langsung diangkut, jadi pengangkutannya baru dilakukan Senin pagi. Kendaraan juga antri di sana (TPA Sarimukti), siang jam 11-an baru mulai pulang, terus mengangkut sampah yang masih tertimbun,” ujar Darto, Senin 3 November 2025.

Rata-Rata Volume Sampah Harian

Rata-rata volume sampah yang dihasilkan di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari. Namun, karena tidak ada pengangkutan pada hari Minggu, Darto mengakui bahwa di beberapa titik sampah menumpuk.

“Yang bisa terbuang (ke TPA Sarimukti) hanya 980 ton. Ada selisih 520 ton, dikurangi dengan 160-200 ton yang bisa kami olah dalam sehari. Artinya, masih ada sekitar 200-300 ton yang tidak bisa diapa-apakan, itu setiap hari terakumulasi,” katanya.

Upaya Pemkot dalam Mengurangi Sampah

Darto mengungkapkan bahwa Pemkot telah berupaya meminta tambahan kuota pembuangan sampah, namun tidak dipenuhi, sehingga DLH kesulitan menangani timbulan sampah. “Kemarin sudah ada tambahan empat mesin pengolahan sampah, itu lumayan menambah. Fixed production (mesin pengolahan sampah) itu rata-rata di 10 ton, jadi kalau empat berarti 40 ton,” jelasnya.

Meski begitu, pengolahan sampah yang dilakukan belum signifikan mengurangi sampah yang diangkut ke TPA Sarimukti. Padahal, di Kota Bandung total terdapat 16 mesin pengolahan sampah. “Jadi kemarin kami tambahkan mesin pengolah sampah, jenisnya insinerator dan pirolisis, sehingga saat ini mesin pengolahan sampah itu ada 11, plus empat, plus satu. Tambahannya ada di Kecamatan Gedebage, Rancasari, Sukasari, kemudian Batununggal,” tambah Darto.

Jenis Mesin Pengolahan Sampah

Penambahan mesin pengolahan sampah mencakup berbagai jenis, seperti insinerator dan pirolisis. Dengan penambahan tersebut, kapasitas pengolahan sampah meningkat. Meskipun demikian, masalah utama tetap terjadi, yaitu jumlah sampah yang terakumulasi setiap hari.

Tantangan dan Solusi yang Diperlukan

Masalah penumpukan sampah yang terjadi setiap hari menunjukkan bahwa solusi jangka panjang diperlukan. Mesin pengolahan sampah yang tersedia masih kurang untuk menangani volume sampah yang meningkat. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi produksi sampah dan meningkatkan efisiensi pengolahan.

Dengan penambahan mesin pengolahan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan dapat mengurangi beban TPA Sarimukti serta menjaga kebersihan lingkungan di Kota Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *