SPPG Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal di Bangka Belitung

Berita214 Dilihat

Program Makan Bergizi Gratis di Bangka Belitung

Situs wanita.com, BANGKA

Sebanyak 1.100 tenaga kerja lokal telah terlibat dalam 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jumlah ini akan terus meningkat seiring rencana operasional 13 SPPG tambahan pada bulan ini. Capaian ini menandai satu tahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada hari ini, Senin (20/10/2025).

Pendirian SPPG bertujuan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program utama dari Prabowo-Gibran. Kepala Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Babel, Nyayu Kurnia Ramadhini, menyampaikan bahwa targetnya adalah seluruh SPPG bisa beroperasi 100 persen pada tahun ini.

SPPI merupakan program inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto melalui Universitas Pertahanan RI untuk mendukung Gerakan MBG. SPPI kemudian diberikan pembekalan untuk mengelola SPPG di seluruh Indonesia. Lulusan program ini akan diangkat menjadi ASN di Badan Gizi Nasional (BGN) RI.

Dhini, sapaan akrab Nyayu Kurnia Ramadhini, menjelaskan bahwa saat ini ada 31 titik SPPG di Babel. Dari jumlah tersebut, 18 SPPG sudah beroperasi sepenuhnya, sedangkan 13 lainnya direncanakan beroperasi penuh pada Oktober ini. Selain itu, terdapat 123 SPPG baru yang sedang dalam tahap pembangunan.

Beberapa SPPG sudah mulai dibangun untuk mempercepat proses pada tahun 2025. Namun, Dhini juga mengakui adanya dua SPPG di wilayah Belitung dan Belitung Timur yang sementara dihentikan operasionalnya akibat kendala internal yayasan pengelola. “Keduanya sedang kami evaluasi, tetapi terus kami dorong untuk beroperasi dan kabar terbaru akan beroperasi dalam waktu dekat,” ujarnya.

Peran BGN di tingkat provinsi tidak hanya sebatas mendistribusikan makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat koordinasi antarinstansi serta penggerak utama di lapangan. Tugas pokok BGN adalah memastikan seluruh rantai pelaksanaan program berjalan dengan baik, mulai dari pemilihan mitra SPPG hingga makanan bergizi diterima oleh anak-anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan.

Selain pekerja lokal, Dhini menyebut bahwa pihaknya sedang mempersiapkan rekrutmen tambahan 450 relawan yang akan ditempatkan di SPPG baru yang segera beroperasi. “Program ini memberikan efek luar biasa. Kami banyak merekrut tenaga lokal mulai dari juru masak, logistik, petugas distribusi, hingga tenaga gizi di dapur. Semua diberdayakan agar ekonomi daerah juga ikut bergerak,” jelas Dhini.

Perlu 140 SPPG Terpisah

Pj Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ferry Afrianto, menyatakan bahwa Pemprov Babel sudah menyampaikan usulan kepada setiap kabupaten/kota untuk tiga titik pembangunan SPPG. Usulan ini diajukan ke menteri untuk mendukung program MBG.

Ferry menjelaskan bahwa total di Bangka Belitung dibutuhkan 140 SPPG, saat ini ada juga 21 SPPG yang akan segera dibangun. Ia juga mengimbau kepada SPPG untuk dapat mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

64.970 Penerima Manfaat

Hingga Oktober 2025, program MBG di Babel telah menjangkau sekitar 64.970 penerima manfaat, terdiri dari peserta didik SD hingga SMA, serta kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. BGN bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam proses pendataan dan distribusi.

Dampak terbesar dari program MBG adalah pada sektor ekonomi mikro. BGN Babel aktif menggandeng UMKM, peternak, dan petani lokal untuk menjadi pemasok bahan baku makanan bergizi sesuai standar kualitas yang ditetapkan oleh SPPG.

Prinsip Zero Waste

BGN Babel juga menerapkan prinsip zero waste. Sisa makanan atau bahan dapur tidak dibuang begitu saja, melainkan dimanfaatkan kembali. Misalnya nasi sisa dijadikan pakan ternak oleh warga sekitar. Jadi manfaatnya benar-benar menyeluruh dan tidak ada yang terbuang percuma.

Kisah Haru Penerima Manfaat

Antusiasme masyarakat terhadap program MBG sangat tinggi. Banyak orang tua yang berharap agar sekolah anak mereka segera mendapat giliran menjadi penerima program ini. Anak-anak juga dilibatkan dalam penyusunan menu. “Kami suka minta masukan dari anak-anak. Kalau mereka minta menu tertentu dan sesuai dengan standar gizi, kami buatkan. Anak-anak jadi lebih senang dan bangga ikut program ini,” ujar Dhini.

Dhini sempat terharu mendengar kisah dari para orang tua penerima manfaat. Ada anak-anak yang dulunya hanya makan gorengan saat jam istirahat, karena tidak punya bekal. Sekarang mereka bisa makan bergizi dan kenyang setiap hari. Banyak keluarga yang merasa sangat terbantu.

Apresiasi dan Harapan

Dhini menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh instansi yang telah mendukung penuh pelaksanaan program MBG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia berharap masyarakat dapat terus mendukung dan ikut mengedukasi anak-anak agar mencintai makanan bergizi yang disediakan.

“Program ini bukan sekadar makan gratis, tapi tentang membangun masa depan. Kami ingin menciptakan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya. Untuk itu, dukungan semua pihak sangat penting,” tutupnya.






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *