6 Jus Buah Terbaik yang Direkomendasikan Ahli Gizi

News102 Dilihat

Buah-buahan memiliki kandungan serat dan vitamin yang sangat penting bagi tubuh manusia. Namun, ketika buah diolah menjadi jus, manfaatnya bisa berkurang. Jus buah biasanya kehilangan serat alami dan mengandung gula tambahan yang tidak sehat.

Ahli gizi dari Inggris, Rob Hobson, penulis buku Unprocess Your Life, menjelaskan bahwa meskipun jus buah tetap menyediakan nutrisi seperti vitamin C, kalium, dan folat, serta senyawa tumbuhan seperti flavonoid, minum jus secara teratur bisa sama saja dengan mengonsumsi minuman ringan. Hal ini disebabkan oleh hilangnya serat utuh yang biasanya memperlambat penyerapan gula. Tanpa serat, fruktosa alami dalam buah berubah menjadi gula bebas yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan energi yang cepat, diikuti dengan penurunan drastis.

Untuk itu, ia menyarankan agar membatasi konsumsi jus buah dan lebih baik diminum bersama makanan. “Minumlah bersama makanan, misalnya segelas kecil jus jeruk saat sarapan dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah dan meningkatkan penyerapan zat besi dari sereal atau oat,” ujarnya.

Public Health England juga merekomendasikan untuk membatasi konsumsi jus buah hingga 150 ml sehari, atau sekitar segelas kecil yang mengandung hingga 18 gram gula. Terlalu banyak jus buah dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, obesitas, dan diabetes tipe 2.

Berikut adalah beberapa jenis jus buah yang direkomendasikan oleh Hobson:

1. Jus Jeruk

Jus jeruk kaya akan vitamin C, folat, dan kalium. Studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin dalam jumlah kecil dapat meningkatkan kualitas diet dan menurunkan peradangan. Hobson menyarankan untuk memilih jus yang baru diperas atau diperas dingin agar senyawa tanaman tetap terjaga.

2. Jus Delima

Jus delima kaya akan polifenol dan antioksidan kuat yang membantu mendukung kesehatan jantung. Buah ini juga merupakan sumber ellagitannin, yang dapat mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Menariknya, efek ini hanya terlihat ketika minum jus delima dengan roti, bukan melalui pil suplemen.

3. Jus Jeruk Bali

Meski tidak umum dibuat sebagai jus, jeruk bali kaya akan nutrisi seperti vitamin C, kalium, dan naringene. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan kontrol gula darah. Namun, orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu perlu berhati-hati.

4. Jus Nanas

Jus nanas merupakan sumber vitamin C dan manganes yang mendukung kesehatan tulang. Selain itu, buah ini mengandung bromelain yang membantu pencernaan dan mengurangi peradangan. Namun, kandungan gula alaminya cukup tinggi, sehingga penting untuk mengontrol porsi.

5. Jus Cranberry

Cranberry mengandung proantosianidin (PAC) yang dapat mencegah bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Meskipun tidak dapat menyembuhkan infeksi, jus ini dapat membantu mengurangi kekambuhan pada beberapa orang.

6. Jus Apel

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi dua apel per hari dapat menurunkan kadar kolesterol jahat. Namun, manfaat ini hanya berlaku untuk buah utuh, bukan jus apel. Jus apel cenderung lebih tinggi kadar gulanya, tetapi lebih rendah vitamin dan antioksidannya.

Untuk mendapatkan jus yang lebih sehat, Hobson menyarankan memilih jus yang terbuat dari 100% buah tanpa tambahan gula, bukan dari konsentrat. Idealnya, jus yang baru diperas atau diperas dingin. Jika membeli jus kemasan, pastikan labelnya tidak mengandung gula tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *