Tips Jadi Pemimpin Hebat untuk Generasi Z di Era Digital

News82 Dilihat



Pemimpin masa kini di era digital tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga kesadaran sosial dan empati terhadap lingkungan sekitar. Hal ini disampaikan oleh Dian Mariani, manajer HR Nutrifood, dalam acara Nutrifood Leadership Award 2025: Inspiring Future Leaders dengan tema ‘Act with Purpose, Lead with Heart’. Menurutnya, pemimpin ideal harus mampu menggabungkan logika dan hati dalam memimpin.

Gen Z, yang dikenal sebagai generasi yang aktif dalam menyampaikan pendapat, membutuhkan pemimpin yang mampu mendengarkan dan menangkap isu-isu penting dari masyarakat atau anggota tim. “Banyak pemimpin yang cerdas secara teknis, tetapi kurang peka terhadap kebutuhan orang lain,” ujar Dian. Ia menekankan bahwa Gen Z cenderung lebih suka melayani daripada berbicara, sehingga kemampuan untuk mendengarkan menjadi sangat penting.

Dian juga menyoroti pentingnya kepekaan sosial dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri, tetapi juga terhadap seluruh anggota tim dan masyarakat yang dilayani. “Jangan selalu ingin tampil depan, tetapi kadang mundur sedikit untuk melihat apa yang dibutuhkan oleh orang-orang di belakang,” tambahnya.

PT Nutrifood Indonesia kembali meluncurkan Nutrifood Leadership Award (NLA) 2025, sebuah ajang penghargaan bagi mahasiswa berprestasi di Indonesia yang memiliki potensi kepemimpinan kuat. Ajang ini tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga individu yang mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat. NLA 2025 hadir sebagai bentuk kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan dan kontribusi sosial.

Nutrifood bekerja sama dengan empat NGO utama, yaitu Semua Murid Semua Guru (SMSG), Scholars of Sustenance (SOS), Rumah Harapan Indonesia (RHI), dan Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN). Ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia telah melewati proses seleksi ketat, dan akhirnya terpilih 20 finalis yang menjalani karantina intensif di Jakarta. Finalis dibagi menjadi empat tim utama, yaitu Tim Kesehatan, Tim Inklusivitas, Tim Pendidikan, dan Tim Lingkungan. Mereka berkesempatan untuk terjun langsung dalam proyek sosial yang berdampak nyata.

Marthella Sirait, CEO & Founder KONEKIN, mengatakan bahwa setiap kali mendampingi para finalis NLA, ia selalu terkesan dengan semangat baru yang dimiliki oleh generasi muda. “Saya melihat bagaimana mereka berusaha menghadirkan perubahan dengan tetap mengedepankan ketulusan dan empati,” katanya.

Valencia Mieke Randa, founder Rumah Harapan Indonesia dan mentor terlama dalam program NLA, merasa energi baru dari generasi muda membuatnya percaya bahwa masa depan Indonesia akan tetap terjaga. “Mereka selalu mengingatkan saya bahwa harapan itu nyata,” ujarnya.

Marsya Nurmaranti, Ketua Umum SMSG, menambahkan bahwa kolaborasi dengan para finalis memberikan nilai tambah bagi organisasinya. “Para finalis bukan hanya belajar dan menambah pengalaman, tetapi juga memberi ide-ide segar dan kolaborasi lintas komunitas yang berkelanjutan,” kata Marsya.

Morra Lovreza, Funraising & Operational Manager SOS Jakarta, yang baru pertama kali menjadi mentor, mengungkapkan antusiasme para finalis dalam menghadapi isu food waste. “Mereka menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah tentang keberanian untuk peduli dan menggerakkan orang lain,” ujarnya.

Dengan semangat Act with Purpose, Lead with Hearts, Nutrifood Leadership Award 2025 diharapkan dapat terus menjadi wadah lahirnya pemimpin muda yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan dampak nyata demi Indonesia yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *