Menolak Damai, Hotman Paris Tantang Ferry Irawan Buka Aib Venna Melinda di Bogor : Kami Tidak Takut

Menolak Damai, Hotman Paris Tantang Ferry Irawan Buka Aib Venna Melinda di Bogor : Kami Tidak Takut

Kubu Ferry Irawan mengancam akan membongkar aib Venna Melinda jika menolak untuk berdamai.

Ancaman itu langsung ditanggapi oleh kuasa hukum Venna Melinda, Hotman Paris.

Hotman Paris mengatakan pihaknya tidak takut dengan ancaman Ferry Irawan.

Hotman Paris justru makin menyemangati Venna Melinda untuk menuntut keadilan.

Karenanya, Hotman bersama Venna akan meneruskan proses hukum kendati Ferry Irawan telah dibui.

Sebelumnya, Ferry Irawan sempat mengurai ancaman kepada Venna Melinda.

Melalui kuasa hukumnya, Ferry Irawan mengaku bakal membongkar aib Venna Melinda ketika kejadian di Bogor.

Ferry tampaknya telah menyiapkan rencana dan amunisi untuk menyerang Venna Melinda.

Diungkap Jeffry Situmorang, kuasa hukum Ferry Irawan bahwa kejadian di bogor bakal jadi boomerang bagi Venna Melinda.

Apabila Venna enggan berdamai dan mencabut laporan, Ferry Irawan bakal membongkar kasus di Bogor..

“Tapi pada saatnya, kalaupun harus terpaksa ya, sekali lagi saya mau katakan, bisa jadi, bisa jadi ya, kita akan buka kasus Bogor,” ujar Jeffry Situmorang dikutip dari Youtube Intens Investigasi, Selasa (24/1/2023).

Ia mengaku ancaman bakal membuka kasus di Bogor sebagai serangan balik untuk Venna Melinda.

“Pertahanan terbaik adalah menyerang, mungkin ini waktunya. Kami masih buka peluang,” ungka Jeffry.

Tanggapan Hotman Paris

Ancaman yang diurai kubu Ferry Irawan nyatanya telah diketahui pihak Venna Melinda.

Melalui laman media sosialnya, Hotman Paris memberikan tanggapan atas ancaman dari pengacara Ferry tersebut.

Ditegaskan Hotman, ia dan kliennya tidak takut akan ancaman tersebut.

“Hotman atas nama Melinda mengatakan tidak takut terhadap ancaman maupun psywar yang dibuat berbagai pihak dengan dalih akan dibukalah ini, dibongkar lah ini kalau tidak mau berdamai. Sekali lagi, tidak takut!” tegas Hotman Paris dalam sebuah video di Instagram-nya.

Ngotot penjarakan Ferry Irawan, Venna juga dalam waktu dekat bakal menggugat cerai.

“Laporan polisi jalan terus. Gugatan perceraian juga sedang disempurnakan,” pungkas Hotman Paris.

Heran dengan ancaman dari kubu Ferry Irawan, Hotman Paris melayangkan sindiran menohok.

Menurut Hotman, bukti video permintaan maaf Ferry Irawan sambil menangis itu adalah bukti bahwa Ferry memang mengakui kesalahannya.

“Banyak pihak selalu manis mulut mengatakan perdamaian itu perlu, tapi ternyata juga mulutnya ngancam-ngancam.

Anda enggak lihat itu video nangis-nangis dari suami? apa yang dia bilang ? minta maaf, jadi apa dong kalau orang udah minta maaf berarti apa,” pungkas Hotman Paris.

Serius dengan niatannya, Venna Melinda bakal kembali menjalani BAP tambahan di Polda Jatim pada Kamis (26/1/2023).

Pasti Cerai

Sementara itu, pihak Venna Melinda juga menunjukkan ketetapan hatinya untuk bercerai dari Ferry Irawan.

Ogah berdamai, Venna menepis kabar bakal rujuk dengan sang suami.

Saat ini, Venna sedang fokus untuk mempersiapkan berkas guna pengajuan perceraian.

“Insya Allah akan terus menghadapi Kasus Hukum KDRT Di Polda Jatim dan Tetap untuk mengurus Perceraian Di Pengadilan Agama ,, Mohon Doa dan support nya selalu nggih, matur suwun,” ungkap Venna Melinda.

“Nga jadi rujuk mbk,” tanya akun mo_qingge.

“Insya Allah bercerai,” jawab Venna Melinda.

Venna Melinda Bohong Soal KDRT?

Pengacara Ferry Irawan, Jeffry Simatupang, rupanya tak percaya jika Venna Melinda mengalami KDRT.

Selama ini banyak tudingan yang menyudutkan jika Ferry Irawan melakukan dugaan tindak penganiayaan sampai mematahkan hidung Venna Melinda.

Lantas, kini pengacara Ferry Irawan mempertanyakan kebenaran tentang hidung Venna Melinda yang patah akibat tindak KDRT yang dilakukan kliennya.

Jeffrey Simatupang semakin curiga saat Venna Melinda terlihat baik-baik saja hingga bisa menjadi bintang tamu dalam berbagai program televisi.

“Kita harus tau dulu, saya mau mempertanyakan dulu benar nggak sih bahwa hidung dari ibu V patah (karena Ferry).

Itu perlu dijawab secara tegas terlebih dahulu dari pihak ibu V,” kata Jeffry kepada awak media dalam sambungan telekonferensi, Selasa (17/1/2023).

“Kalau yang kita lihat saat ini kan keadaannya baik baik saja,” lanjut Jeffry.

Jeffry meminta Venna Melinda jujur soal KDRT.

“Iya kembali lagi kami fokusnya di pemberitaan yang beredar adalah patah hidung,” kata Jeffry Simatupang, kuasa hukum Ferry Irawan saat jumpa pers melalui zoom, Rabu (18/1/2023).

Pengakuan tersebut juga telah diceritakan Ferry Irawan saat menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.

Lebih lanjut, Jeffry Simatupang sempat menanyakan kebenaran akan kabar tersebut.

Namun kliennya bersumpah tidak pernah melakukan hal itu kepada sang istri, Venna Melinda.

“Pak Ferry bersumpah tidak mematahkan hidung itu, saya sudah bertemu dan pak Ferry sudah bersumpah jika dia tidak mematahkan hidung Venna sampai minimbulkan darah,” ungkap Jeffry.

Oleh karena itu, kuasa hukum Ferry Irawan meminta kepada pihak Venna Melinda membuka semua hasil medis dan menerangkan terkait dugaan mematahkan hidung orangtua Verrell Bramastha tersebut.

Jika hasil medis terbukti benar, Jeffry sebagai kuasa hukum akan mengundurkan diri untuk mengawal kasus Ferry Irawan.

“Apabila benar hidung tersebut patah, saya akan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Ferry,” tutur Jeffry Simatupang.

Lebih lanjut, Jeffrey menyebutkan bahwa kebenaran ini dibutuhkan untuk menentukan nasib hukum kliennya.

Jika faktanya Venna tidak mengalami kekerasan yang menghalangi kegiatan sehari-hari atau mengganggu mata pencahariannya, maka Ferry bisa saja hanya dikenakan pasal 44 ayat 4 dan bukan pasal 44 ayat 1.

Baik pasal 44 ayat 1 dan ayat 4 ini memang mempunyai perbedaan masa hukuman yaitu 5 tahun dan 4 bulan.

“Karena dalam UU PKDRT itu jelas sekali di pasal 44 ayat 4 ketika seseorang mengalami kekerasan yang tidak mengakibatkan penyakit, tidak menghalangi kegiatan sehari hari dan tidak mengganggu mata pencahariannya itu harusnya dikenalan pasal 44 ayat 4 yang ancaman hukumannya itu 4 bulan, berbeda dengan 44 ayat 1 yang hukumannya adalah 5 tahun,” pungkas Jeffry.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*